Stevano Adranacus Dorong Kepastian Masa Depan Guru PPPK, NTT dan Wilayah 3T Diminta Jadi Prioritas

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Komisi X - Fraksi PDI Perjuangan, Stevano Rizki Adranacus

Anggota DPR RI Komisi X - Fraksi PDI Perjuangan, Stevano Rizki Adranacus

JAKARTA — Stevano Rizki Adranacus memastikan bahwa persoalan guru bukan semata tentang status kepegawaian. Di balik setiap ruang kelas, ada sosok yang setiap hari berdiri di depan murid, menanamkan pengetahuan, membentuk karakter, sekaligus menyiapkan generasi yang kelak menentukan masa depan bangsa.

Karena itu, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tersebut memberikan perhatian serius terhadap kebijakan pemerintah terkait masa depan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk wacana yang membuka peluang bagi mereka untuk memperoleh status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Stevano menilai, apa pun kebijakan yang nantinya ditempuh pemerintah harus menempatkan pengabdian guru sebagai salah satu pertimbangan utama. Menurut dia, para guru PPPK telah menjadi bagian penting dari sistem pendidikan nasional dan selama ini menjalankan tugas di berbagai daerah, termasuk wilayah yang menghadapi keterbatasan tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengapresiasi Pemerintah Pusat yang terus mendengar aspirasi para guru. Mereka bukan hanya pekerja di sektor pendidikan, tetapi orang-orang yang setiap hari ikut menentukan masa depan generasi bangsa,” ujar Stevano kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Bagi legislator asal daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, kepastian status dan kesejahteraan guru harus dilihat sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi pendidikan Indonesia. Ketika seorang guru merasa dihargai dan memiliki kepastian dalam menjalankan profesinya, kata dia, hal tersebut akan ikut memperkuat semangat mereka untuk mengabdi dan mendidik anak-anak bangsa.

Perhatian Stevano terutama diarahkan kepada guru yang bertugas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia menilai, guru yang bekerja di kawasan tersebut menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari jarak dan kondisi geografis, keterbatasan fasilitas, hingga akses pendidikan yang belum sepenuhnya merata.

“Daerah 3T harus mendapat perhatian khusus. Guru yang memilih bertahan dan mengabdi di wilayah dengan berbagai keterbatasan membutuhkan kepastian dan dukungan negara. Pengabdian mereka harus dihargai,” tegasnya.

NTT menjadi salah satu perhatian khusus Stevano. Sebagai provinsi kepulauan dengan tantangan geografis yang kompleks, pemerataan tenaga pendidik di NTT membutuhkan kebijakan yang tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan daerah lain. Menurutnya, kebijakan afirmatif diperlukan agar guru-guru yang selama ini mengabdi di pelosok NTT tetap memiliki alasan kuat untuk bertahan mendampingi peserta didik.

Stevano juga melihat penguatan status guru di daerah sebagai bagian dari strategi mempertahankan tenaga pendidik berkualitas. Kepastian karier, kesejahteraan, dan penghargaan terhadap masa pengabdian, menurutnya, bukan hanya menyangkut kepentingan guru, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah.

Karena itu, ia berharap setiap kebijakan pemerintah mengenai guru PPPK dapat disusun secara adil, transparan dan berbasis pada kebutuhan nyata di lapangan. Masa pengabdian, kompetensi, kebutuhan tenaga pendidik serta karakteristik daerah, menurut dia, perlu menjadi bagian dari pertimbangan.

“Yang kita perjuangkan pada akhirnya bukan hanya perubahan status seorang guru. Yang lebih besar adalah bagaimana negara memastikan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di pelosok NTT dan wilayah 3T, tetap mendapatkan guru terbaik yang bersedia mendampingi mereka,” kata Stevano.

Bagi Stevano, guru adalah salah satu fondasi utama masa depan Indonesia. Karena itu, memperjuangkan kepastian bagi guru PPPK bukan sekadar memperjuangkan kepentingan profesi, melainkan memastikan negara hadir untuk mereka yang setiap hari bekerja dalam senyap membentuk generasi penerus bangsa.*(Chris)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Kupang Ukir Prestasi Nasional, Masuk Lima Besar Kompolnas Award 2026
KoMBAD dalam Literasi Awal Murid Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar
Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban
Keindahan Bougenville di Civic Center Oelamasi, Jejak Sunyi Seorang ASN
Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui
Upaya Mediasi Buntu, Teldi Mooy Tempu Jalur Hukum Laporkan Penggelapan SHM di Polisi
KADIN NTT Dorong FTZ, Bidik Lompatan Ekonomi dan Pasar Internasional
ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44

Polres Kupang Ukir Prestasi Nasional, Masuk Lima Besar Kompolnas Award 2026

Kamis, 17 September 2026 - 04:49

KoMBAD dalam Literasi Awal Murid Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar

Kamis, 17 September 2026 - 04:28

Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Keindahan Bougenville di Civic Center Oelamasi, Jejak Sunyi Seorang ASN

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui

Berita Terbaru

Suasana guru & murid; ft: Roni

Opini

Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban

Kamis, 17 Sep 2026 - 04:28

Konten tidak bisa disalin.