SABU RAIJUA — Komitmen terhadap pemerataan pendidikan hingga ke wilayah pelosok kembali ditunjukkan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Stevano Rizki Adranacus. Melalui jalur aspirasi, Stevano mendorong penambahan fasilitas pendidikan bagi anak-anak usia dini di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan PAUD Anugerah II di Desa Djadu, Kecamatan Sabu Barat. Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut dilakukan oleh Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, bersama Hemax Here Wila yang mewakili Stevano Adranacus.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Sabu Raijua dari Fraksi PDI Perjuangan Donserses Nara Lulu, Camat Sabu Barat, Plt. Asisten I Sekda Sabu Raijua, perangkat desa, pengelola PAUD Anugerah serta pihak pelaksana pembangunan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan pendidikan di tingkat desa membutuhkan dukungan dan kolaborasi bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Stevano, pendidikan tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika berada di pusat kota. Justru, fondasi masa depan generasi daerah dibangun dari ruang-ruang belajar sederhana di desa, termasuk pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Karena itu, perhatian terhadap fasilitas pendidikan di wilayah pelosok menjadi bagian penting dari perjuangan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih merata.
“Politik hari ini terlalu sering bicara di atas. Padahal yang menentukan masa depan ada di bawah, ada di kelas-kelas PAUD di desa. Inilah yang kemudian kita benahi perlahan-lahan ke depan,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum pembangunan PAUD Anugerah II.
Pembangunan fasilitas baru ini pun tidak sekadar dimaknai sebagai pembangunan fisik. Peletakan batu pertama menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi anak-anak di Desa Djadu dan sekitarnya untuk memperoleh ruang belajar yang lebih layak, nyaman dan mendukung proses tumbuh kembang mereka sejak usia dini.
“Hari ini kita tidak hanya meletakkan batu. Kita meletakkan harapan, kita meletakkan masa depan anak-anak daerah ini. Pembangunan sejati dimulai dari pinggiran,” menjadi penegasan atas semangat pembangunan yang menempatkan masyarakat desa sebagai bagian penting dari agenda pemerataan pembangunan.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan konsistensi Stevano Adranacus dalam mendorong perhatian terhadap dunia pendidikan di daerah. Dari Sabu Barat, pesan itu kembali ditegaskan: membangun masa depan NTT tidak harus selalu dimulai dari pusat kota, tetapi dapat dimulai dari desa, dari ruang kelas, dan dari anak-anak yang hari ini sedang menapaki pendidikan pertama mereka.***









