Weaving Hopes: Kisah Mama Suku Mollo di Panggung Dunia, Pamerkan Gua Natal di Vatikan

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gua Natal di Vatikan tahun 2025 karya

Gua Natal di Vatikan tahun 2025 karya "Weaving Hopes" oleh Maria Tri Sulistyani dari Papermoon Puppet Theatre.

Kupang-CMBN,- Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat sejarah dengan memamerkan Gua Natal di Vatikan tahun 2025. Karya “Weaving Hopes” oleh Maria Tri Sulistyani dari Papermoon Puppet Theatre mengangkat kisah inspiratif ibu-ibu penenun Suku Mollo sebagai simbol harapan.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas karya ini. “Kami bangga karena suara Mama-Mama Mollo yang selama ini menjaga tanah, air, dan kehidupan dapat bergema hingga Vatikan,” katanya.

Menurut Gubernur NTT, karya ini bukan hanya sebuah karya seni dan iman, tapi juga kesaksian tentang martabat perempuan, keberanian menjaga alam, dan nilai-nilai luhur budaya NTT. Mama-Mama Suku Mollo telah menjaga tradisi tenun dan alam dengan gigih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karya ini juga merupakan hasil kolaborasi antara seniman, akademisi, dan diplomat. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terlibat dalam pendalaman konseptual dan riset budaya,” ujarnya.

Gua Natal Indonesia ini menjadi sumber inspirasi bagi dunia, memperkuat pesan damai, keadilan, dan cinta terhadap ciptaan Tuhan. “Semoga karya ini semakin meneguhkan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia,” harap Gubernur NTT.

Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan juga memberikan dukungan luar biasa untuk karya ini. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah mewujudkan Gua Natal Indonesia di Vatikan.

Karya “Weaving Hopes” ini membuktikan bahwa budaya dan iman dapat bersatu dalam karya yang menginspirasi. Mama-Mama Mollo telah menunjukkan bahwa menjaga alam dan tradisi adalah kunci harapan.

Gua Natal ini dipamerkan dalam acara “100 Presepi in Vaticano” di Lapangan Santo Petrus dari 8 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026. Ini adalah momen bersejarah yang menunjukkan tradisi dan identitas budaya Indonesia kepada dunia.

Maria Tri Sulistyani, pendiri Papermoon Puppet Theatre, mengibaratkan tangan penopang Keluarga Kudus sebagai tangan-tangan yang mendukung dan menemani, termasuk tangan para penenun, petani, dan gembala.

Semoga Gua Natal Indonesia ini membawa berkah dan inspirasi bagi kita semua, dan semakin mempererat hubungan Indonesia dengan Vatikan.(*CMB2)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui
ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun
Usman Husin Minta Pemutakhiran Bansos Diperkuat: Kondisi Riil Warga Jadi Acuan
Polres Kupang Bergerak Lagi, Satu Ton Beras dan Logistik Dikirim untuk Korban Gempa di Sikka
Fetof~Naof: Perempuan di Depan Kata, Laki-laki Dalam Struktur
Sungai yang Mengajari Kami Pulang
1.300 Karya Disaring, Siswi SMKN 4 Kupang Masuk Sembilan Besar Kompetisi Pidato AHY Muda

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui

Selasa, 15 September 2026 - 10:21

ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun

Senin, 14 September 2026 - 08:59

Usman Husin Minta Pemutakhiran Bansos Diperkuat: Kondisi Riil Warga Jadi Acuan

Minggu, 13 September 2026 - 11:46

Polres Kupang Bergerak Lagi, Satu Ton Beras dan Logistik Dikirim untuk Korban Gempa di Sikka

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.