Rumah Makan di Jalur Selatan Pulau Timor

Jumat, 11 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Makan 

@Roni Banicmbnews.id/

Rumah Makan @Roni Banicmbnews.id/

Kolbano,infontt. Pantai Oetune, Fatu-Uun/Kolbano, dan Oetuke, ketiganya menjanjikan panorama yang sangat berkesan. Pandemi covid-19 mungkin mengurangi kunjungan wisatawan lokal ke sana, namun tidak mengurangi minat secara seutuhnya untuk tetap berkunjung. Masyarakat lokal masih menambang batu berwarna di sana. Menambang secara manual dengan tenaga manusia sehingga tidak merusak ekosistem di pantai. Batu berwarna dengan ukuran tertentu dipisah, dikarungkan dan dijual. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Batuan itu bagai dimuntahkan dari dalam samudera yang mahaluas itu. Tiada pernah habis-habisnya. Setiap hari selalu saja kelihatan tetap volumenya.

Pantai Oetuke Timor Tengah Selatan
@Roni Banicmbnews.id/

Satu tim kecil dari Unit Bahasa dan Budaya GMIT berjumlah 5 orang berada dalam perjalanan ke Amanatun Timur. Ketika tiba di Kolbano, kami beristirahat sejenak untuk menikmati makan siang. Rumah makan yang disasar kami sudah lewati. Kami tiba di Oetuke, lalu harus berbalik untuk mendapatkan rumah makan itu. Di sana ada 2 rumah makan. Pemiliknya bukan orang setempat. Ya, orang lokal tidak menangkap peluang untuk menginvestasikan uang pada usaha jasa penyediaan makanan. Padahal, jalan di jalur selatan dari Batuputih hingga Besikama selalu ramai. Dalam suasana ramai itu para pengguna jalan yang mungkin di antaranya penikmat penorama indah pantai dan perbukitan akan mencari makanan.

Merreka yang melihat peluang itu segera menyela. Hanya ada 2 rumah makan yang menyediakan makanan untuk pengguna jalan jauh dan penikmat panorama pantai dan alam luas. Apakah jenis makanan di kedua rumah makan itu berbeda dengan makanan yang disediakan warung-warung di sekitar kota-kota kecil atau ibukota kabupaten Timor Tengah Selatan? Tidak. Nasi campur, nasi campur telur rebus/telur dadar, nasi ikan, bakso, dan nasi rendang. Minuman pun masih yang sama: es sirup, es susu, es teh, atau teh hangat, kopi hitam. Tidak baikkah bila memberdayakan makanan lokal?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peluang itu ada pada masyarakat lokal. Bukankah masyarakat perkotaan akan menjadi wisatawan lokal yang ada kemungkinannya untuk berkunjung ke Oetune, Kolbano dan Oetuke?

Laporan: Heronimus Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.