Berharap pada Kualitas Guru?

Rabu, 11 Mei 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heronimus Bani
Heronimus Bani

Seorang penulis dalam blog Kompasiana memberi judul pada tulisannya, Vonis terhadap Guru itu melanggar UU. Judul ini menarik perhatian saya untuk membacanya. Ternyata isinya tentang (1) usulan DPR agar para guru honor dihargai sebesar tiga juta rupiah per bulan yang katanya sama dengan upah seorang buruh, (2) kompetensi guru. Point kedua ini dijelaskan dalam tiga paragraf yang kurang lebih dapat memberi sedikit pencerahan kepada para pembacanya. Di akhir paragraf saya kutipkan berbunyi, … mohon kiranya semua pihak yang mencoba memanfaatkan UKG atau tes lain untuk memvonis kualitas guru harus dihentikan, kecuali jika digunakan penilaian itu sesuai dengan kompetensi guru sebagaimana dimaksud oleh undang-undang. (www.kompasiana.com/darwonogurukita).

Kata kunci pada kutipan ini menyangkut vonis pada kualitas guru. Benar. Guru yang berkualitas merupakan dambaan semua stakeholder dunia pendidikan. Hal ini menyebabkan orang selalu berharap pada guru untuk kemajuan bangsa. Bahkan Presiden Joko Widodo pada peringatan hari Guru tahun 2015 menyatakan hal yang sama. Saya kutipkan pernyataan Presiden yang dimuat dalam media on line “Saya yakin bahwa karya guru akan melukiskan wajah masa depan RI,” kata Presiden saat berpidato dalam acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2015 di Istora Senayan Jakarta. (www.republika.co.id).

Kalimat ini mengandung maksud, bahwa guru menjadi harapan kualitas anak bangsa. Jika demikian, maka kualitas guru akan menjadi taruhannya. Lantas, bagaimana mengetahui bahwa seorang guru berkualitas sesuai harapan bangsa.
Membentuk guru berkualitas bukan pekerjaan mudah. Lembaga pendidikan tenaga keguruan (FKIP, STKIP) dengan kurikulum dan tenaga pengajar yang kompten didukung fasilitas perkuliahan yang memadai pasti telah tersedia. Bukan hanya LPTK yang bekerja keras mempersiapkan calon guru berkualitas, tetapi individu mahasiswa pada LPTK itu harus belajar dan berlatih meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Benar kata Masykur dalam blog kompasiana. Pelatihan guru secara intensif dan pelatihan dalam studi ketika mereka masih mahasiswa calon guru (student teacher). Masykur menyarankan kepada Pemerintah (dhi.kemendikbud) untuk membantu pelatihan student teacher, dan berharap pula agar pengajar pada LPTK mengarahkan student teacher kepada dunia nyata pendidikan (praktik). Mungkin Masykur berharap agar limit waktu yang digunakan untuk praktik lebih banyak agar menyiapkan calon guru yang sudah memahami kondisi dan isi dari lembaga pendidikan (sekolah) yang akan dimasukinya kelak.

Rasanya di pundak guru ada harapan besar pencerdasan dan pengangkatan kualitas anak bangsa. Maka, belajar tak henti, melatih diri dan menunjukkan karya serta mentransfer pengetahuan kepada siswa terus-menerus dilakukan guru. Permasalahan kualitas guru akan menjadi topik kontroversi jika hasil UN turun.

Anggota DPR RI Komisi X Reni Marlinawati mengatakan untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas tidak hanya sekadar memprioritaskan Wajib Belajar 12 Tahun saja. Tetapi juga perlu ada peningkatan kualitas guru. “Mutu sebuah pendidikan adalah dengan mempersiapkan kualitas guru, tak cukup berguna jika sekolah dibuat tetapi tak ada guru yang memadai,”ujarnya kepada Republika.co.id.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot
Membongkar Budaya Diam pada Murid Sekolah Dasar
KoMBAD dalam Literasi Awal Murid Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar
Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Selasa, 22 September 2026 - 02:18

Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.