Di Balik Tuduhan, Sosok Sederhana Tono Sufari Sutami Tetap Berjalan dengan Komitmen Jaga Kepercayaan

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum HP2SK NTT, Tono Sufari Sutami

Ketua Umum HP2SK NTT, Tono Sufari Sutami

KUPANG,- Di hamparan savana Nusa Tenggara Timur yang luas, sapi bukan sekadar komoditas ekonomi. Ia adalah bagian dari kehidupan masyarakat, sumber penghidupan keluarga peternak, sekaligus simbol harapan bagi masa depan daerah.

Harapan itulah yang selama ini coba dijaga oleh Tono Sufari Sutami, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau (HP2SK) NTT periode 2024–2026.

Bagi Tono, usaha di sektor peternakan bukan hanya soal bisnis. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ruang kolaborasi antara pengusaha dan peternak lokal agar potensi besar peternakan NTT dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun di tengah upaya tersebut, namanya belakangan terseret dalam berbagai postingan di media sosial yang menuding adanya praktik monopoli bahkan mafia perdagangan sapi di NTT.

Tono memilih untuk tidak membalas tudingan itu dengan emosi. Ia justru mencoba memberi penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

“Saya sangat menyayangkan informasi yang beredar tanpa klarifikasi. Tuduhan monopoli itu tidak benar,” ungkapnya dengan tenang.

Menurut Tono, kenyataan di lapangan justru berbeda jauh dari narasi yang berkembang di media sosial. Sebagai pengusaha sekaligus ketua organisasi peternak, dirinya juga harus mengikuti aturan yang berlaku, termasuk soal rekomendasi pengiriman sapi yang jumlahnya terbatas.

Artinya, tidak ada ruang bagi satu pihak untuk menguasai seluruh perdagangan sapi di daerah.

“Kalau disebut monopoli, faktanya kami sendiri mendapatkan rekomendasi pengiriman dalam jumlah terbatas. Semua harus mengikuti mekanisme yang ada,” jelasnya.

Bagi Tono, tudingan tersebut bukan hanya menyangkut dirinya secara pribadi. Ia merasa dampaknya juga dapat merugikan banyak pihak yang selama ini menggantungkan harapan pada usaha yang ia jalankan, termasuk para peternak lokal.

Selama ini, Tono dikenal aktif mendorong pengiriman sapi dari NTT ke berbagai daerah di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan agar hasil ternak masyarakat memiliki pasar yang lebih luas, sehingga peternak bisa mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik.

Ia percaya bahwa kemajuan sektor peternakan tidak bisa dibangun oleh satu orang saja, melainkan oleh kepercayaan bersama.

Karena itu, Tono berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di era media sosial yang begitu cepat menyebarkan berbagai kabar.

“Jika ada informasi yang beredar, sebaiknya dicek dan diklarifikasi terlebih dahulu. Jangan sampai merugikan orang lain atau merusak nama baik pihak tertentu,” ujarnya.

Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, Tono mengaku tetap memilih fokus pada hal yang menurutnya paling penting: memberdayakan peternak daerah dan memperkuat ekosistem peternakan di NTT.

Tono percaya bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri. Karena, menjaga kepercayaan itu adalah tanggung jawab yang tidak pernah ia anggap ringan.

Sementara itu, di padang savana tempat ribuan sapi digembalakan, harapan para peternak tetap sama, agar hasil kerja keras mereka mendapat pasar yang adil, dan agar kepercayaan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan peternakan Nusa Tenggara Timur.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.