Jalan Amfoang Tengah Terancam Putus, BPJN dan Pemkab Kupang Bangun Koordinasi 

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu titik yang hampir putus akibat longsor.

Salah satu titik yang hampir putus akibat longsor.

KUPANG,- Di balik bentang alam perbukitan yang indah di wilayah Amfoang Tengah, tersimpan kecemasan warga yang setiap hari harus berjibaku dengan kondisi jalan yang kian memprihatinkan. Ruas Fatumonas–Bonmuti hingga Bitobe bukan sekadar jalur penghubung, tetapi nadi kehidupan yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan masyarakat setempat.

Ketika hujan turun, jalan tersebut berubah menjadi lintasan yang rawan dan menegangkan. Longsoran tanah, badan jalan yang tergerus, hingga akses yang nyaris terputus menjadi cerita berulang yang dialami warga. Di tengah situasi itu, harapan kini mulai mengemuka seiring respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Kupang dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Pemerintah Kabupaten Kupang memastikan akan segera mengambil langkah konkret untuk menangani kerusakan ruas jalan tersebut. Bupati Kupang, Yosef Lede, menegaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kupang akan segera turun ke lapangan guna melakukan pengecekan menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami akan turunkan Dinas PUPR untuk melihat langsung kondisi kerusakan dan segera berkoordinasi dengan Balai Jalan untuk langkah penanganan,” ujar Yosef Lede saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Toncy Teuf, mengungkapkan bahwa tim teknis sebenarnya telah lebih dahulu mengumpulkan data awal terkait kerusakan jalan tersebut. Namun, pihaknya tetap akan melakukan verifikasi lapangan lanjutan menyusul adanya informasi tambahan dari masyarakat dan media.

“Terkait kerusakan tersebut, kami dari Dinas PUPR akan mengajukan proposal ke pemerintah pusat, baik ke Kementerian PUPR maupun BNPB Pusat,” jelas Toncy Teuf dalam keterangan yang diterima.

Langkah ini dinilai penting mengingat skala kerusakan yang terjadi membutuhkan dukungan anggaran dan penanganan lintas sektor. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Di sisi lain, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur juga menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam penanganan ruas jalan tersebut. Kepala BPJN NTT, Janto, memastikan pihaknya akan segera melakukan koordinasi intensif.

Menurutnya, diskusi tidak hanya dilakukan bersama pemerintah daerah, tetapi juga akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mencari solusi teknis yang tepat, terutama dalam menangani potensi longsor yang terus berulang.

Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat menghasilkan langkah penanganan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan, sehingga akses vital masyarakat Amfoang Tengah dapat kembali pulih dan aman dilalui dalam jangka panjang.(*Chris Bani)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.