KUPANG,- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmennya mendukung penuh penyelenggaraan Piala Gubernur Pacuan Kuda yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.
Dukungan tersebut disampaikan Melki saat bertemu dengan pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), Selasa (24/3/2026) di kediaman Ketua Pordasi NTT, Jerry Manafe.
Pertemuan ini sekaligus menjadi penegasan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong olahraga berkuda sebagai penggerak ekonomi sekaligus prestasi olahraga di wilayah NTT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melki menegaskan, penyelenggaraan event olahraga tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata. Ia menyebut tiga indikator utama keberhasilan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi.
“Setiap event olahraga harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dari sisi prestasi maupun perputaran ekonomi,” ujarnya.
Menurut dia, pacuan kuda merupakan olahraga yang memiliki basis penggemar luas di NTT, tetapi membutuhkan biaya besar dan pengelolaan profesional. Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas.
Selain itu, Melki juga menekankan pentingnya kesiapan atlet lokal agar mampu bersaing di kandang sendiri.
“Kita harus siapkan atlet daerah agar bisa juara. Jangan sampai hanya jadi tuan rumah, tetapi pemenangnya dari luar,” kata dia.
Dari sisi ekonomi, Melki menilai event pacuan kuda berpotensi mendorong perputaran uang dalam jumlah besar. Ia meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta generasi muda dilibatkan secara aktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Event seperti ini harus menggerakkan ekonomi masyarakat, termasuk UMKM dan anak-anak muda,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencana menjadikan Piala Gubernur sebagai agenda tahunan yang digelar secara bergilir di berbagai wilayah di NTT, seperti Timor Tengah Utara, Flores, Sumba, hingga Rote, agar dampaknya dirasakan merata.
Di sisi lain, Melki menyoroti adanya dualisme kepengurusan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia di tingkat daerah yang dinilai menghambat pengembangan olahraga berkuda. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan pengurus pusat untuk menyatukan organisasi tersebut.
“Kita harus bersatu. Semua ini pecinta kuda, jadi kekuatan kita harus disatukan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pordasi NTT, Jerry Manafe, menyambut baik dukungan pemerintah daerah. Ia menilai momentum ini penting untuk menghidupkan kembali kejayaan pacuan kuda di wilayah Timor yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.
“Di Timor sebenarnya banyak lapangan pacuan, tetapi aktivitasnya menurun karena minim dukungan. Berbeda dengan Sumba yang masih konsisten,” ujarnya.
Menurut Jerry, Piala Gubernur Pacuan Kuda pernah menjadi ajang besar yang melibatkan banyak daerah, namun sempat terhenti akibat berbagai faktor, termasuk dinamika nasional.
Untuk pelaksanaan tahun 2026, Pordasi menargetkan partisipasi dari seluruh kabupaten/kota di NTT, serta peserta dari Timor Leste dan Nusa Tenggara Barat. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya biaya transportasi dan logistik kuda.
“Kuda membutuhkan biaya besar untuk transportasi dan perawatan. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan, termasuk untuk hadiah dan jaminan peserta,” katanya.
Ia menambahkan, sekitar 12 kelas lomba akan dipertandingkan, mulai dari kelas pemula hingga elit. Ajang ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Dengan dukungan pemerintah daerah, Pordasi optimistis Piala Gubernur Pacuan Kuda 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga berkuda, penggerak ekonomi, serta pemersatu komunitas di NTT.***









