BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelantikan Badan Pengurus IKIF Periode 2026-2027

Pelantikan Badan Pengurus IKIF Periode 2026-2027

KUPANG,- Di sebuah aula sederhana di Desa Ekateta, Kabupaten Kupang, semangat kebersamaan dan harapan baru mengalir hangat pada Rabu, 1 April 2026.

Dewan Pelindung/Penasehat Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF) yang diwakili oleh Linden Sanam, S.H, secara resmi melantik Badan Pengurus IKIF periode 2026–2027. Momentum ini tidak sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi titik awal komitmen baru untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Fatuleu.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk mantan Bupati Kupang Ayub Titu Eki, Kepala Desa Ekateta Yoris Mamo, Ketua BPD Desa Ekateta, seluruh anggota IKIF, serta para tamu undangan. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol kuat dukungan lintas generasi terhadap eksistensi dan peran IKIF di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam prosesi pelantikan, Linden Sanam menegaskan pentingnya peran IKIF sebagai wadah intelektual yang tidak hanya berkembang secara internal, tetapi juga mampu memberi dampak langsung kepada masyarakat. Ia berharap organisasi ini terus melahirkan kader-kader muda potensial asal Fatuleu yang siap berkontribusi bagi daerah.

Suasana semakin hidup ketika Ayub Titu Eki menyampaikan sambutannya dengan penuh penekanan pada nilai-nilai kearifan lokal. Ia mendorong pengurus baru untuk menjunjung tinggi semboyan IKIF, “Mafut Nekaf Tanoina Ok-oke Tamasab Pah Fatuleu,” yang dimaknai sebagai ikatan persaudaraan untuk membangun Fatuleu.

Menurutnya, semboyan tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang dirasakan masyarakat.

Ketua Umum IKIF terpilih periode 2026–2027, Marsel Nomeni, dalam pidatonya menyampaikan arah kepemimpinan yang akan diambil selama masa jabatannya.

Ia menegaskan bahwa IKIF tidak akan sekadar menjadi organisasi formal, tetapi akan aktif berkolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan perubahan. Baginya, Fatuleu harus menjadi titik awal kontribusi yang lebih luas bagi Nusa Tenggara Timur dan Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum IKIF periode sebelumnya, Asten Bait, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu membawa organisasi ini semakin dikenal luas. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip dasar organisasi, yakni kebermanfaatan bagi masyarakat, sebagai fondasi utama dalam setiap langkah.

Dari sisi pemerintah desa, Kepala Desa Ekateta, Yoris Mamo, turut memberikan dukungan penuh. Ia berharap IKIF dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah Fatuleu dan Kabupaten Kupang secara umum.

Adapun susunan pengurus IKIF periode 2026–2027 dipimpin oleh Marsel Nomeni sebagai Ketua Umum, didampingi Sanri Kake sebagai Sekretaris Umum dan Irma Sonbai sebagai Bendahara Umum. Struktur organisasi juga diperkuat oleh berbagai bidang strategis, mulai dari organisasi, pendidikan dan pengkaderan, aksi dan partisipasi, hingga pemberdayaan perempuan.

Selain itu, jajaran pelindung dan penasehat IKIF diisi oleh sejumlah tokoh akademisi dan profesional, termasuk Prof. Dr. drh. Max U.E. Sanam, M.Sc dan Linden Sanam, SH, yang diharapkan mampu memberikan arah strategis bagi organisasi. Dukungan juga datang dari Dewan Pembina yang terdiri dari tokoh-tokoh senior IKIF, termasuk Asten Bait.

Pelantikan ini menjadi penanda bahwa IKIF tidak hanya hadir sebagai organisasi intelektual, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang berakar dari nilai persaudaraan. Dari Desa Ekateta, harapan itu tumbuh—bahwa Fatuleu akan dibangun bukan hanya dengan wacana, tetapi dengan kerja nyata yang berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.