SOE,- Ribuan anakan durian tiba di Desa Hoi, Kecamatan Oenino. Di balik bantuan itu tersimpan cerita tentang perjuangan aspirasi yang dibawa Usman Husin dari Senayan hingga ke kebun-kebun petani di pelosok Timor Tengah Selatan.
Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin hanya deretan bibit tanaman. Namun bagi para petani di Desa Hoi dan sejumlah wilayah lain di TTS, 2.000 anakan durian tersebut adalah simbol masa depan yang selama ini mereka impikan. Untuk pertama kalinya, petani di Kabupaten TTS menerima bantuan anakan durian dalam jumlah besar yang secara khusus diperjuangkan melalui jalur aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin.
Sebanyak 2.000 anakan durian disalurkan kepada petani di Kecamatan Molo Utara dan Kecamatan Oenino. Khusus untuk Desa Hoi, sebanyak 1.020 anakan durian telah tiba dan siap dibagikan kepada kelompok-kelompok tani penerima manfaat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jenis yang disalurkan bukan durian biasa. Bibit yang diberikan merupakan durian Otong atau Monthong, varietas unggul asal Thailand yang dikenal memiliki daging buah tebal, rasa manis, biji kecil, serta nilai ekonomi yang tinggi. Varietas ini dipilih karena memiliki prospek pasar yang menjanjikan dan cocok dikembangkan sebagai komoditas perkebunan jangka panjang.
Kepala Desa Hoi, Yohanis Nome, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi jawaban atas harapan panjang para petani yang selama ini ingin mengembangkan durian sebagai komoditas unggulan desa.
“Sebenarnya kebutuhan kami mencapai sekitar 2.500 anakan durian sesuai proposal yang diajukan. Saat ini kami baru menerima 1.020 anakan. Namun kami sangat bersyukur karena ini menjadi langkah awal yang sangat berarti bagi petani di Desa Hoi,” ujarnya.
Yohanis mengatakan, kondisi geografis Desa Hoi sangat mendukung pengembangan tanaman durian. Dengan iklim yang relatif sejuk dan lahan yang masih luas, masyarakat optimistis wilayah mereka dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi durian terbesar di Nusa Tenggara Timur dalam beberapa tahun mendatang.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Selama ini banyak petani di kawasan tersebut mencari alternatif komoditas yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih tinggi dibanding tanaman musiman. Kehadiran durian unggul dinilai dapat menjadi investasi jangka panjang yang kelak meningkatkan pendapatan keluarga petani.
Di balik hadirnya bantuan tersebut, terdapat proses panjang perjuangan aspirasi yang dilakukan Usman Husin di tingkat nasional. Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan pangan, Usman mengaku sengaja mendorong bantuan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat pedesaan.
Menurut Usman Husin, pengembangan durian di wilayah Timor bukan sekadar program bantuan bibit, melainkan bagian dari upaya membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa.
“Kita ingin petani tidak hanya bergantung pada tanaman pangan musiman. Durian memiliki nilai jual tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Saya melihat wilayah-wilayah tertentu di TTS dan Rote memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan durian. Karena itu saya memperjuangkan bantuan ini agar masyarakat memiliki peluang ekonomi yang lebih besar di masa depan,” kata Usman Husin.
Ia menegaskan bahwa bantuan aspirasi harus memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, selain menyalurkan bantuan, pihaknya juga mendorong pendampingan agar bibit yang telah diterima benar-benar dapat tumbuh dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi petani.
Menariknya, Usman Husin tidak hanya mengirim bantuan. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan hadir langsung untuk melakukan penanaman perdana bersama para petani di Kabupaten TTS dan Kabupaten Rote Ndao. Kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmennya untuk memastikan program yang diperjuangkan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Bagi para petani di Desa Hoi, penanaman perdana nanti bukan sekadar seremoni. Itu adalah penanda dimulainya sebuah perjalanan panjang menuju masa depan yang mereka harapkan. Di tanah Timor yang selama ini dikenal keras dan kering, ribuan anakan durian kini tumbuh sebagai simbol harapan baru—harapan yang lahir dari kerja sama antara petani, pemerintah, dan perjuangan aspirasi seorang wakil rakyat bernama Usman Husin.
Jika kelak pohon-pohon itu berbuah lebat, yang dipanen bukan hanya durian. Yang dipanen adalah hasil dari sebuah keyakinan bahwa pembangunan pertanian harus dimulai dari keberpihakan kepada petani, dari desa, dan dari mereka yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.***









