KUPANG,- Anggota DPR RI, Fraksi PKB, Usman Husin, menilai komoditas durian memiliki prospek besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan menggerakkan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, durian bukan sekadar buah musiman, tetapi investasi jangka panjang yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Hal itu disampaikan Usman Husin saat diwawancarai terkait program pengembangan tanaman hortikultura yang sedang digalakkannya di NTT.
“Durian ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Sekali pohon berproduksi, petani bisa menikmati hasilnya selama puluhan tahun. Karena itu saya ingin masyarakat mulai melihat durian sebagai tabungan masa depan,” kata Usman Husin kepada media, Senin (22/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian tersebut, kondisi tanah dan iklim di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur sangat potensial untuk pengembangan tanaman durian. Ia menilai daerah seperti Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Rote Ndao memiliki peluang besar menjadi sentra baru produksi durian di Indonesia bagian timur.
Usman Husin mengungkapkan, saat ini dirinya sedang menyalurkan ribuan anakan durian kepada masyarakat petani di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan yang memiliki nilai jual tinggi.
“Kalau kita ingin petani sejahtera, kita tidak bisa hanya berpikir panen hari ini untuk dimakan hari ini. Kita harus menanam tanaman yang punya masa depan ekonomi. Saya ingin masyarakat memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan,” ujar politisi PKB tersebut.
Ia menjelaskan, harga durian yang relatif stabil dan permintaan pasar yang terus meningkat membuat komoditas tersebut menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Bahkan, permintaan durian Indonesia di pasar internasional terus bertumbuh, termasuk dari negara-negara Asia yang menjadi konsumen utama. Data menunjukkan potensi ekspor durian Indonesia mencapai nilai yang sangat besar seiring meningkatnya permintaan pasar global.
Usman Husin menambahkan, pengembangan tanaman durian juga akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain meningkatkan pendapatan petani, aktivitas usaha turunan seperti pembibitan, perdagangan buah, jasa transportasi, hingga industri olahan durian akan ikut tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Kalau satu desa memiliki ribuan pohon durian produktif, maka yang bergerak bukan hanya petani, tetapi pedagang, sopir, UMKM, hingga anak-anak muda yang bisa mengembangkan usaha olahan. Ekonomi desa akan hidup,” katanya.
Menurut Usman Husin, selama ini banyak petani di NTT bergantung pada komoditas semusim yang rentan terhadap perubahan cuaca dan fluktuasi harga. Karena itu, diversifikasi tanaman melalui pengembangan durian menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani.
Ia juga berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan perhatian serius terhadap sektor hortikultura. Dengan pendampingan yang baik, mulai dari penyediaan bibit unggul, teknologi budidaya hingga akses pemasaran, Usman optimistis petani di NTT dapat menjadi pelaku utama dalam industri durian yang terus berkembang.
“Harapan saya sederhana, beberapa tahun ke depan masyarakat tidak lagi hanya dikenal sebagai petani yang bertahan hidup, tetapi menjadi petani yang sejahtera. Saya percaya dari pohon-pohon durian yang kita tanam hari ini, akan tumbuh masa depan yang lebih baik bagi keluarga petani dan perekonomian Nusa Tenggara Timur,” tutup Usman Husin.**









