Tak Sekadar Membangun, Bupati TTU Bangun Fondasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Khusus Bupati TTU, Elias Koa.

Staf Khusus Bupati TTU, Elias Koa.

KEFAMENANU — Staf Khusus Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Bidang Hubungan Masyarakat dan Investasi, Elias Koa, menilai Bupati TTU Yoseph Falentinus Delasalle Kebo bersama Wakil Bupati Kamilus Elu memiliki komitmen kuat mempercepat pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dukungan terhadap arah kebijakan tersebut, menurut Elias, perlu diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat dan dunia usaha agar potensi daerah dapat diolah menjadi sumber kesejahteraan baru.

Elias mengatakan komitmen itu terlihat dari langkah pemerintah daerah membuka ruang investasi, memperkuat infrastruktur publik, mengembangkan kawasan ekonomi perbatasan serta mendorong pengelolaan berbagai potensi unggulan TTU. Hal tersebut disampaikannya seusai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati TTU, Senin (17/8/2026).

Salah satu peluang strategis yang tengah didorong pemerintah adalah pengembangan industri garam di wilayah Pantai Utara TTU. Investasi yang diperkirakan bernilai sekitar Rp2 triliun tersebut dinilai berpotensi membuka lapangan kerja, menciptakan aktivitas ekonomi baru dan meningkatkan nilai tambah potensi daerah. “Selain membangun infrastruktur publik, Bupati Falent dan Wakil Bupati Kamilus juga berhasil membuka ruang bagi investor untuk masuk dan mengelola potensi daerah,” kata Elias.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Elias, kehadiran investasi harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi masyarakat, bukan semata-mata mengejar nilai investasi. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan investasi yang masuk memiliki dampak terhadap penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan UMKM, peningkatan pendapatan masyarakat serta penguatan rantai ekonomi lokal.

Selain sektor garam, pemerintah juga mendorong pengembangan kawasan ekonomi perbatasan melalui aktivitas perdagangan di PLBN Napan. Elias menilai kawasan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi baru, terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat di wilayah perbatasan. Pemerintah juga membuka peluang pengembangan peternakan sapi dengan pendekatan modern di sejumlah wilayah TTU sebagai bagian dari diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Elias menambahkan, pembangunan fasilitas publik juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan ruang yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sejumlah fasilitas di kawasan sekitar Kantor Bupati TTU, menurut dia, telah dimanfaatkan warga, termasuk masyarakat dari desa-desa yang datang ke Kota Kefamenanu. Pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembangunan fasilitas publik dinilai sebagai bentuk kolaborasi yang dapat membantu daerah menghadapi keterbatasan fiskal.

Ia juga menilai gagasan pembangunan Bandara Jack Ukat di Sasi merupakan langkah strategis yang berpotensi memperkuat konektivitas TTU. Menurut Elias, peningkatan akses transportasi udara dapat membuka peluang investasi, memperlancar mobilitas masyarakat dan barang, serta mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Ini ide brilian Bupati Falent. Bandara Jack Ukat di Sasi ke depan dapat membuka isolasi penerbangan udara dari dan ke TTU serta menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.

Elias mengajak seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha mendukung arah pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah. Ia menegaskan dukungan tersebut penting agar berbagai kebijakan Bupati dapat diterjemahkan menjadi program yang berdampak nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan itu, Bupati Falent menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan, melainkan harus menjadi momentum memperbaiki tata kelola dan melahirkan inovasi. “Efisiensi bukanlah alasan untuk berhenti membangun,” tegasnya. Bagi Elias, kerja bersama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha merupakan kunci untuk menjadikan TTU sebagai kawasan perbatasan yang semakin maju, berdaya saing dan mampu mengubah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.