MANGGARAI — Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Flores kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur melalui DPC GAMKI Kabupaten Manggarai menyalurkan bantuan tahap pertama kepada masyarakat di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026).
Bantuan tersebut disalurkan setelah tim GAMKI melakukan pemantauan awal di sejumlah titik terdampak. Selain membawa kebutuhan pangan, kedatangan GAMKI menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi warga di wilayah yang relatif jauh dari pusat pelayanan tetap mendapat perhatian dalam masa tanggap darurat.
Ketua DPC GAMKI Manggarai Jimmy Messakh bersama Korda Manggarai Raya DPD GAMKI NTT Brevian Rival Angi dan jajaran pengurus turun langsung mendistribusikan bantuan kepada warga. Bantuan dihimpun secara swadaya dari pengurus dan kader GAMKI sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari asesmen awal di dua titik di Desa Lenda, GAMKI mencatat sekitar 60 kepala keluarga terdampak. Sedikitnya 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hancur. GAMKI menegaskan, data tersebut masih merupakan temuan awal dan perlu disinkronkan dengan pendataan resmi pemerintah.
Di tengah kondisi tersebut, warga menyampaikan harapan agar penanganan bencana dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak. Damianus, warga Dusun Teni/Watepaku, mengatakan masyarakat setempat masih membutuhkan perhatian dan dukungan setelah gempa mengguncang wilayah mereka.
Menurut Damianus, warga di lokasi tersebut belum merasakan kunjungan dan bantuan secara langsung selama beberapa hari setelah bencana. Kehadiran GAMKI, kata dia, menjadi bentuk perhatian yang memberikan harapan bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.
Pada penyaluran tahap pertama, GAMKI membawa 250 kilogram beras, lima dus mi instan, enam rak telur, dan satu jeriken minyak goreng. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar warga dalam kondisi darurat.
Jimmy Messakh mengatakan, misi GAMKI tidak sebatas menyerahkan bantuan logistik. Tim juga melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat sekaligus menyampaikan kondisi lapangan kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penanganan bencana.
“Kami datang untuk menyatakan bahwa saudara-saudara kita tidak sendiri. Kami juga ingin memastikan kondisi warga di lokasi seperti Desa Lenda diketahui pemerintah dan para pihak,” ujar Jimmy.
Ia menilai distribusi bantuan perlu dilakukan secara merata dengan mengacu pada data dan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, perhatian tidak boleh hanya terpusat pada wilayah yang mudah dijangkau atau menjadi pusat pemberitaan, sementara masyarakat di dusun-dusun terpencil luput dari pelayanan.
Hasil pemantauan GAMKI menunjukkan masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu dipenuhi, antara lain susu dan makanan pendamping bagi bayi dan balita, tikar, perlengkapan tidur, tenda atau terpal darurat, penerangan serta kebutuhan dasar keluarga lainnya.
DPD GAMKI NTT selanjutnya akan mengonsolidasikan gerakan “GAMKI Peduli Flores” melalui enam DPC di kawasan Flores-Lembata, yakni Manggarai, Nagekeo, Sikka, Ende, Flores Timur dan Lembata. Konsolidasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemetaan kebutuhan dan mendukung respons kemanusiaan sesuai kondisi masing-masing daerah.
GAMKI juga mendorong pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BPBD, lembaga kemanusiaan, gereja dan seluruh elemen masyarakat memperkuat koordinasi dalam penanganan pascabencana. Pemerataan bantuan dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di desa dan dusun dengan akses yang sulit.
Bagi GAMKI, keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang terkumpul, tetapi dari sejauh mana bantuan tersebut benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan. Karena itu, organisasi tersebut menyerukan agar tidak ada masyarakat terdampak gempa di Flores yang terabaikan hanya karena berada jauh dari pusat perhatian.***









