FLORES — Duka akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores tidak hanya menyisakan kerusakan bangunan, tetapi juga menghadirkan luka dan kecemasan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal serta harus bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Di tengah situasi tersebut, Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih hadir bukan sekadar melalui pernyataan keprihatinan, tetapi dengan menggerakkan bantuan kemanusiaan melalui program “PBB Peduli Bencana Gempa Bumi di Flores”.
Posko Peduli Bencana juga dibuka di Kantor DPW PBB Provinsi NTT, Jalan Lontar RT 017/RW 006, Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang, sebagai pusat koordinasi penerimaan bantuan. Posko tersebut beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gerakan tersebut dikoordinasikan langsung oleh Ketua DPW PBB Provinsi NTT, Saktico Ch. Masneno, dengan membawa semangat “Iman, Kasih, dan Kerja Nyata untuk Flores.”
Bagi PBB, kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Karena itu, bantuan dikumpulkan dan dipersiapkan untuk kemudian diantar langsung ke sejumlah wilayah terdampak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Tidak berhenti pada pengumpulan bantuan di Kota Kupang, Saktico Ch. Masneno turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan sampai kepada warga terdampak. Perjalanan kemanusiaan tersebut dimulai pada Rabu, 19 Agustus 2026, dengan tujuan awal Kabupaten Sikka, khususnya Maumere. Dari Maumere, distribusi bantuan dilanjutkan pada Kamis, 20 Agustus 2026, menyasar wilayah Ende dan Nagekeo, sebelum kemudian bergerak ke wilayah Manggarai dan Manggarai Timur.
Kehadiran Saktico secara langsung di tengah warga menjadi gambaran bahwa PBB ingin melihat sendiri kondisi masyarakat pascabencana. Di lokasi pengungsian, bantuan tidak sekadar diserahkan secara simbolis, tetapi menjadi momentum untuk bertemu, mendengar cerita, serta melihat dari dekat kebutuhan warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Di tengah keterbatasan dan suasana duka, kehadiran tersebut diharapkan memberikan pesan bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi bencana seorang diri.
Bantuan yang dibawa PBB mencakup sejumlah kebutuhan dasar masyarakat terdampak, antara lain pakaian layak pakai, makanan, minuman, tenda, selimut, hingga obat-obatan.
Yang membuat gerakan ini memiliki makna lebih luas adalah dukungan yang datang tidak hanya dari jajaran PBB di NTT. Solidaritas juga bergerak dari tingkat pusat.
Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB turut memberikan sumbangsih, mulai dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, hingga para kader dan simpatisan PBB yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dukungan tersebut kemudian dihimpun menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Dengan demikian, PBB Peduli Flores bukan semata gerakan organisasi di tingkat daerah, melainkan menjadi bentuk solidaritas berjenjang dari keluarga besar PBB. Dari pusat hingga daerah, dari pengurus hingga kader dan simpatisan, kepedulian tersebut dipertemukan dalam satu tujuan: membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit setelah gempa bumi.
Untuk memperluas partisipasi masyarakat, PBB juga membuka ruang donasi bagi mereka yang ingin ikut ambil bagian. Bantuan dapat disalurkan melalui rekening Bank NTT Nomor 1006507747 atas nama Partai Bulan Bintang. Selain bantuan dana, masyarakat juga dapat menyumbangkan kebutuhan dasar yang dibutuhkan para pengungsi. Koordinasi bantuan dapat dilakukan melalui Doni di nomor 085737824441 atau Celi di nomor 081338905436.

Saktico Ch. Masneno, kepada media menjelaskan bahwa kerja kemanusiaan ini merupakan wujud nyata dari semangat “Bulan Bintang Berduka Bersama Flores.”
Ia ingin memastikan bahwa kepedulian PBB tidak berhenti di balik meja atau hanya hadir melalui pesan duka. Dengan turun langsung ke wilayah terdampak dan menemui warga di tenda-tenda pengungsian, PBB berupaya menerjemahkan rasa prihatin menjadi tindakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Pada akhirnya, perjalanan bantuan PBB dari Kupang menuju Maumere, Ende, Nagekeo, hingga wilayah Manggarai dan Manggarai Timur menjadi bagian dari cerita solidaritas di tengah bencana. Ketika sebagian warga masih menghadapi puing-puing rumah, kehilangan, dan ketidakpastian, kehadiran Saktico bersama PBB membawa satu pesan sederhana namun penting: di tengah puing dan air mata, masih ada tangan yang terulur dan kepedulian yang datang untuk membantu Flores bangkit kembali.(*Chris)









