Bajawa — Di tengah kewaspadaan terhadap gempa susulan, kebutuhan paling sederhana justru menjadi persoalan bagi warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Persediaan makanan mulai menipis. Kondisi itu ditemukan relawan Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) ketika menyusuri wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Melihat kondisi tersebut, tim relawan YNS tidak sekadar melintas. Mereka berhenti, berkoordinasi dengan warga, lalu menyalurkan bantuan sembako ke dua desa di Kecamatan Riung, yakni Desa Sambi Nasi Barat dan Desa Tadho Timur. Bantuan itu diarahkan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Di Desa Sambi Nasi Barat terdapat 32 posko pengungsian. Sementara di Desa Tadho Timur terdapat delapan posko yang menampung 185 jiwa. Di balik angka-angka itu, terdapat keluarga yang harus meninggalkan rumah dan menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada bantuan yang datang secara bergantian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Tim Tanggap Bencana Gempa Flores YNS, Vincent Mone, mengatakan keputusan menyalurkan bantuan diambil setelah relawan melihat langsung kondisi warga dalam perjalanan menuju wilayah Pantura. Sejumlah posko mulai menghadapi keterbatasan stok makanan sehingga bantuan logistik dinilai mendesak untuk segera disalurkan.
“Dalam perjalanan menuju wilayah Pantura, tim relawan melintasi sejumlah posko pengungsian dan melihat langsung kondisi warga yang membutuhkan bantuan logistik,” kata Vincent saat dihubungi melalui telepon, Jumat (21/8/2026).
Persoalan warga belum berhenti pada kebutuhan makanan. Gempa susulan yang masih terjadi membuat banyak pengungsi memilih tetap berada di tenda. Trauma membuat mereka belum berani kembali tidur di dalam rumah, meski kebutuhan akan tempat tinggal yang lebih layak semakin terasa.
Vincent mengatakan sebagian besar tenda yang digunakan warga masih berupa tenda sederhana berbahan terpal. Dalam situasi seperti itu, bantuan sembako menjadi lebih dari sekadar pemberian logistik. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian bagi warga yang sedang berjuang melewati hari-hari sulit setelah bencana.
Founder YNS, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief, menegaskan YNS akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak gempa Flores. Menurut dia, kehadiran relawan harus mengikuti kebutuhan nyata di lapangan, terutama bagi pengungsi yang masih menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar. “Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan warga di wilayah terdampak,” kata Yusinta.**









