KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT di Kantor Dinas PUPR NTT, Rabu (2/9/2026). Rakor tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam memastikan penanganan dampak gempa bumi di Flores berjalan cepat, terukur, terarah, dan terintegrasi.
Dalam rakor yang dihadiri Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak, pembahasan difokuskan pada percepatan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana, termasuk fasilitas umum serta sarana dan prasarana yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat. Pemerintah Provinsi NTT melalui perangkat daerah teknis terus melakukan identifikasi kebutuhan, pemetaan dampak, serta penentuan skala prioritas penanganan agar intervensi pembangunan dapat diarahkan pada sektor yang paling mendesak dan memiliki dampak langsung terhadap pemulihan masyarakat.
Gubernur Melki menegaskan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja birokrasi yang responsif sekaligus terkoordinasi. Karena itu, setiap perangkat daerah strategis diminta memperkuat koordinasi teknis, mempercepat pertukaran data dan informasi lapangan, serta memastikan setiap program penanganan memiliki target dan tahapan kerja yang jelas. Pola kerja tersebut penting untuk menghindari tumpang tindih intervensi sekaligus memastikan sumber daya pemerintah dapat dimanfaatkan secara efektif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinas PUPR NTT memiliki posisi strategis dalam tahapan pemulihan tersebut, khususnya dalam penanganan jaringan infrastruktur dasar, fasilitas publik, serta sarana-prasarana yang mengalami kerusakan akibat gempa. Langkah teknis diarahkan tidak hanya pada penanganan kerusakan, tetapi juga pada pemulihan fungsi infrastruktur secara bertahap dengan memperhatikan aspek keselamatan, kelayakan teknis, kebutuhan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan.
Menurut Gubernur, respons pemerintah terhadap bencana harus dipandang sebagai satu rangkaian kerja mulai dari fase tanggap darurat, rehabilitasi hingga pemulihan dan pembangunan kembali. Karena itu, sinergi antara pimpinan daerah, perangkat daerah teknis, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar proses pemulihan Flores dapat berlangsung secara efektif. Pemerintah Provinsi NTT memastikan koordinasi akan terus diperkuat sehingga setiap kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kapasitas pemerintah.
“Kita terus bergerak bersama untuk Flores dan seluruh masyarakat NTT,” tegas Gubernur Melki. Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa Pemerintah Provinsi NTT bersama Dinas PUPR terus mendorong percepatan pemulihan dengan pendekatan yang terintegrasi, berbasis kebutuhan lapangan, dan berorientasi pada pemulihan aktivitas masyarakat serta penguatan kembali infrastruktur daerah yang terdampak bencana.**









