MAUMERE — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan bahwa penanganan dampak gempa bumi di Flores tidak berhenti pada pembangunan rumah bagi warga terdampak. Pemerintah juga memprioritaskan pemulihan rasa aman, keberlangsungan pendidikan, layanan dasar, hingga pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat memimpin Rapat Konsolidasi Penanganan Dampak Gempa Flores di Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (8/9/2026). Rapat tersebut dihadiri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka, jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka, BNPB, Forkopimda, DPRD, serta sejumlah instansi terkait. Kepala Dinas PUPR NTT juga turut hadir untuk memastikan penanganan infrastruktur berjalan terpadu.
Dalam rapat tersebut, Gubernur menekankan pentingnya kesamaan dan sinkronisasi data korban serta kerusakan akibat gempa. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran, rumah rusak dapat segera ditangani, dan kebutuhan masyarakat terdampak bisa dipenuhi tanpa ada yang terlewatkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara umum, wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sikka kini sudah dapat dijangkau. Namun, pemerintah mengakui proses penanganan masih panjang. Saat ini, sebanyak 925 kepala keluarga masih berada di pengungsian. Pendataan terhadap rumah-rumah terdampak terus dilakukan, sementara warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat disiapkan untuk mendapatkan hunian sementara.
Pemulihan juga diarahkan agar kehidupan masyarakat tidak berhenti akibat bencana. Sekolah yang belum dapat digunakan akan didukung dengan ruang kelas darurat. Sementara itu, konektivitas laut Maumere–Palue melalui Kapal Feri Ine Rie kembali dilayani. Pemerintah juga terus menangani kebutuhan dasar, layanan kesehatan, air bersih, sektor pertanian, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.
Untuk mendukung keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak, Gubernur NTT menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta bantuan 10 ribu tenda kepada pemerintah pusat. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai ruang belajar sementara sehingga anak-anak tidak terlalu lama kehilangan akses pendidikan dan dapat kembali belajar serta beraktivitas secara normal.
Di sisi lain, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena gempa susulan masih terjadi meskipun berdasarkan laporan BMKG trennya terus menurun. Penanganan selanjutnya akan diarahkan menuju masa transisi, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan membutuhkan solidaritas seluruh pihak. “Kita boleh berbeda tugas, berbeda lembaga, tetapi tujuan kita satu: kemanusiaan,” ujarnya.***









