Usman Husin Minta Pemutakhiran Bansos Diperkuat: Kondisi Riil Warga Jadi Acuan

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI, Usman Husin

Anggota DPR RI, Usman Husin

KUPANG — Persoalan akurasi data penerima bantuan sosial kembali mencuat saat penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Bakunase, Kota Kupang, Senin (14/9/2026). Dari tingkat RT, ditemukan sejumlah data warga yang dinilai perlu ditinjau kembali karena tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sosial-ekonomi mereka saat ini.

Ketua RT 012/RW 004 Kelurahan Bakunase, Ebenheser Happy Un, menyebut terdapat sejumlah perempuan berstatus janda di wilayahnya yang tercatat dalam desil 6 hingga 10. Bahkan, ada warga yang masuk desil 10, sementara kondisi kehidupannya dinilai perlu dilihat kembali secara langsung.

Temuan tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin. Menurut dia, persoalan utama bukan semata-mata pada angka desil, tetapi pada kesesuaian data dengan kondisi nyata masyarakat yang menjadi sasaran program bantuan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harus tepat sasaran. Kalau ada yang belum terdata, data kembali, data,” kata Usman saat menghadiri pembagian bantuan pangan berupa beras di Kantor Lurah Bakunase.

Usman mengatakan, perubahan kondisi ekonomi masyarakat harus diikuti dengan pemutakhiran data. Ia meminta setiap ketidaksesuaian yang ditemukan di lapangan dapat dilaporkan dan diperiksa kembali, termasuk melalui RT dan kelurahan. “Kita harus lihat kondisi masyarakat yang sebenarnya. Jangan hanya melihat data di atas kertas,” ujarnya.

Menurut Usman, data yang tidak diperbarui berpotensi menimbulkan persoalan dalam penyaluran bantuan. Warga yang secara nyata membutuhkan bantuan bisa saja tidak masuk dalam daftar, sementara data warga yang kondisinya sudah berubah masih tercatat sebagai penerima atau berada pada kategori tertentu.

Karena itu, Usman mendorong pemerintah membuka ruang bagi laporan dari tingkat paling bawah untuk menjadi bagian dari proses perbaikan data. Baginya, data penerima bantuan bukan sekadar administrasi, melainkan dasar untuk memastikan program pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. “Kalau ada yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat, jangan dibiarkan. Data itu harus diperiksa kembali,” tegasnya.**”

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Kupang Ukir Prestasi Nasional, Masuk Lima Besar Kompolnas Award 2026
Keindahan Bougenville di Civic Center Oelamasi, Jejak Sunyi Seorang ASN
Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui
Upaya Mediasi Buntu, Teldi Mooy Tempu Jalur Hukum Laporkan Penggelapan SHM di Polisi
KADIN NTT Dorong FTZ, Bidik Lompatan Ekonomi dan Pasar Internasional
ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun
Polres Kupang dan PN Oelamasi Rajut Komunikasi, Ikhtiar Merawat Integritas dan Keadilan 
Usman Husin Soroti Data Bantuan Pangan di Kupang: Jangan Sampai yang Membutuhkan Terlewat

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44

Polres Kupang Ukir Prestasi Nasional, Masuk Lima Besar Kompolnas Award 2026

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Keindahan Bougenville di Civic Center Oelamasi, Jejak Sunyi Seorang ASN

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui

Rabu, 16 September 2026 - 00:30

KADIN NTT Dorong FTZ, Bidik Lompatan Ekonomi dan Pasar Internasional

Selasa, 15 September 2026 - 10:21

ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun

Berita Terbaru

Suasana guru & murid; ft: Roni

Opini

Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban

Kamis, 17 Sep 2026 - 04:28

Konten tidak bisa disalin.