ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Ir. Endra Joelianto, Ph.D dan tim didampingi Pembina Yayasan

Prof. Ir. Endra Joelianto, Ph.D dan tim didampingi Pembina Yayasan

So’e, CMBNews.id., Sebagai bentuk nyata pengabdian masyarakat dan pemerataan teknologi hingga ke pelosok negeri, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyerahkan satu unit Alat Monitoring Pengukur Lingkungan di Desa Batnun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peralatan inovatif karya Fakultas Teknik Fisika ITB ini diserahkan langsung oleh pengembangnya, Prof. Ir. Endra Joelianto, Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknik Fisika ITB, dalam suatu acara di salah satu unit sekolah yang diselenggarakan oleh Yayasan Munther Indonesia.

Kerja sama antara Yayasan Munther Indonesia dan Fakultas Teknik Fisika ITB ini bertujuan untuk mendukung sektor pertanian lokal serta menjadi media pembelajaran berbasis teknologi bagi para siswa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teknologi Canggih Berpadu Kearifan Lokal

Dalam sambutannya, Prof. Endra Joelianto menjelaskan bahwa alat monitoring yang dikembangkan ini dirancang khusus untuk mengukur berbagai parameter kondisi lingkungan secara akurat dan berkelanjutan. Parameter tersebut meliputi suhu dan kelembapan udara, suhu dan kelembapan tanah, intensitas cahaya matahari, kecepatan angin, hingga tingkat polutan di lingkungan.

“Tujuan utama pengembangan peralatan ini adalah untuk membantu masyarakat memperoleh data lingkungan yang akurat dan berkelanjutan, baik harian, per jam, bahkan per menit. Namun, teknologi ini tidak hanya berbicara mengenai angka dan data. Data tersebut perlu disandingkan dengan pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat yang diwariskan turun-temurun,” ujar Prof. Endra.

Ia menambahkan, penggabungan antara data ilmiah dan kearifan lokal dapat menciptakan sistem pertanian yang presisi dan efektif. Kehadiran data yang presisi ini diharapkan mampu memetakan potensi lahan, sehingga masa tanam yang sebelumnya hanya satu kali dalam setahun berpeluang ditingkatkan menjadi dua, tiga, hingga empat kali masa tanam.

Selain untuk pertanian, Prof. Endra menekankan pentingnya alat ini sebagai sarana edukasi bagi generasi muda di Pulau Timor. Melalui teknologi ini, para siswa dapat belajar mengoperasikan alat, menganalisis data lingkungan, serta berinovasi mencari pemecahan masalah di daerahnya sendiri.

Apresiasi dari Yayasan Munther Indonesia

Penyerahan alat ini disambut hangat oleh pihak Yayasan Munther Indonesia. Pembina Yayasan Munther Indonesia sekaligus pendiri SMP dan SMA Penabur, Pdt. Munce R. Therik, S.Th., M.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian ITB terhadap masyarakat di daerah 3T.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Prof. Endra Joelianto beserta tim yang dengan sukacita meluangkan waktu hadir langsung di daerah 3T. Ini membuktikan bahwa ITB terus mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta teknologi ke seluruh pelosok Indonesia, tidak hanya berpusat di kota-kota besar,” ungkap Pdt. Munce R. Therik.

Pdt. Munce menambahkan bahwa peluncuran alat ini merupakan inovasi perdana yang sangat bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan pertanian lokal, sekaligus sejalan dengan program strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan, swasembada pangan, dan hilirisasi pangan.

Pihak yayasan berharap program pengabdian masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi kemajuan pendidikan, lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat di Pulau Timor secara berkelanjutan.

Pada akhir penyerahan, Pengembang menjelaskan proses kerja dari alat ini. Penjelasan ini disaksikan langsung oleh orang tua siswa, pemerintah Desa Batnun, sisswa, guru dan kepala sekolah, dan pihak yayasan (***)

Facebook Comments Box

Penulis : Yayasan Munther Indonesia

Editor : Heronimus Bani

Berita Terkait

Malam Pun Kerja!! PT Cahaya Berlian Jaya Abadi Berpacu Waktu di Jalan Ikan Foti
Membangun Kabupaten Kupang dari akar Kebudayaannya
Nyanian Sion di Tanah yang Bernapas
Bupati Kupang Dorong Tenaga Kerja Lokal Kuasai Keterampilan Konstruksi Baja Ringan
Ketika Langit menyela ibadah: Satu perjumpaan iman, alam dna kehidupan di Koro’oto
Antusiasme Warga Nekmese, Pelayanan Dukcapil Oekabiti di Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto
Pemimpin yang takut akan Tuhan, rakyat yang hidup dalam pengharapan
SD Inpres Nekmese dan SMPN 3 Amarasi Selatan Gelar Upacara Sumpah Pemuda Bersama

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:57

Malam Pun Kerja!! PT Cahaya Berlian Jaya Abadi Berpacu Waktu di Jalan Ikan Foti

Minggu, 1 November 2026 - 23:42

Nyanian Sion di Tanah yang Bernapas

Minggu, 1 November 2026 - 23:34

Bupati Kupang Dorong Tenaga Kerja Lokal Kuasai Keterampilan Konstruksi Baja Ringan

Minggu, 1 November 2026 - 01:51

Ketika Langit menyela ibadah: Satu perjumpaan iman, alam dna kehidupan di Koro’oto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:51

Antusiasme Warga Nekmese, Pelayanan Dukcapil Oekabiti di Jemaat Pniel Tefneno’ Koro’oto

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.