So’e, CMBNews.id., Sebagai bentuk nyata pengabdian masyarakat dan pemerataan teknologi hingga ke pelosok negeri, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyerahkan satu unit Alat Monitoring Pengukur Lingkungan di Desa Batnun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peralatan inovatif karya Fakultas Teknik Fisika ITB ini diserahkan langsung oleh pengembangnya, Prof. Ir. Endra Joelianto, Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknik Fisika ITB, dalam suatu acara di salah satu unit sekolah yang diselenggarakan oleh Yayasan Munther Indonesia.
Kerja sama antara Yayasan Munther Indonesia dan Fakultas Teknik Fisika ITB ini bertujuan untuk mendukung sektor pertanian lokal serta menjadi media pembelajaran berbasis teknologi bagi para siswa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Teknologi Canggih Berpadu Kearifan Lokal
Dalam sambutannya, Prof. Endra Joelianto menjelaskan bahwa alat monitoring yang dikembangkan ini dirancang khusus untuk mengukur berbagai parameter kondisi lingkungan secara akurat dan berkelanjutan. Parameter tersebut meliputi suhu dan kelembapan udara, suhu dan kelembapan tanah, intensitas cahaya matahari, kecepatan angin, hingga tingkat polutan di lingkungan.
“Tujuan utama pengembangan peralatan ini adalah untuk membantu masyarakat memperoleh data lingkungan yang akurat dan berkelanjutan, baik harian, per jam, bahkan per menit. Namun, teknologi ini tidak hanya berbicara mengenai angka dan data. Data tersebut perlu disandingkan dengan pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat yang diwariskan turun-temurun,” ujar Prof. Endra.
Ia menambahkan, penggabungan antara data ilmiah dan kearifan lokal dapat menciptakan sistem pertanian yang presisi dan efektif. Kehadiran data yang presisi ini diharapkan mampu memetakan potensi lahan, sehingga masa tanam yang sebelumnya hanya satu kali dalam setahun berpeluang ditingkatkan menjadi dua, tiga, hingga empat kali masa tanam.
Selain untuk pertanian, Prof. Endra menekankan pentingnya alat ini sebagai sarana edukasi bagi generasi muda di Pulau Timor. Melalui teknologi ini, para siswa dapat belajar mengoperasikan alat, menganalisis data lingkungan, serta berinovasi mencari pemecahan masalah di daerahnya sendiri.
Apresiasi dari Yayasan Munther Indonesia
Penyerahan alat ini disambut hangat oleh pihak Yayasan Munther Indonesia. Pembina Yayasan Munther Indonesia sekaligus pendiri SMP dan SMA Penabur, Pdt. Munce R. Therik, S.Th., M.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian ITB terhadap masyarakat di daerah 3T.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Prof. Endra Joelianto beserta tim yang dengan sukacita meluangkan waktu hadir langsung di daerah 3T. Ini membuktikan bahwa ITB terus mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta teknologi ke seluruh pelosok Indonesia, tidak hanya berpusat di kota-kota besar,” ungkap Pdt. Munce R. Therik.
Pdt. Munce menambahkan bahwa peluncuran alat ini merupakan inovasi perdana yang sangat bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan pertanian lokal, sekaligus sejalan dengan program strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan, swasembada pangan, dan hilirisasi pangan.
Pihak yayasan berharap program pengabdian masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi kemajuan pendidikan, lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat di Pulau Timor secara berkelanjutan.
Pada akhir penyerahan, Pengembang menjelaskan proses kerja dari alat ini. Penjelasan ini disaksikan langsung oleh orang tua siswa, pemerintah Desa Batnun, sisswa, guru dan kepala sekolah, dan pihak yayasan (***)
Penulis : Yayasan Munther Indonesia
Editor : Heronimus Bani









