KUPANG,- Turnamen Sepak Bola Eonnoni Cup ke VIII Thaun 2026 resmi bergulir di Lapangan Oenoni Raya, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu (20/9/2026). Sebanyak 47 tim dari tujuh kecamatan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Namun, bagi Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, Eonnoni Cup tidak semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai juara.
Usman Husin hadir dalam pembukaan turnamen sebagai salah satu donatur utama. Di tengah riuhnya pertandingan dan antusiasme puluhan tim, ia menitipkan pesan agar sepak bola tetap menjadi ruang yang mempertemukan anak-anak muda dalam semangat persaudaraan. Menurutnya, kemenangan dalam pertandingan tidak boleh menghilangkan nilai sportivitas dan kebersamaan.
“Jangan sampai karena benturan-benturan dalam pertandingan, kemudian emosi dan akhirnya terjadi perkelahian,” pesan Usman. Ia mengingatkan pemain maupun suporter untuk menjaga suasana pertandingan tetap aman dan kondusif. Benturan di lapangan, kata dia, merupakan bagian dari olahraga, tetapi persoalan tersebut tidak seharusnya dibawa hingga keluar lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usman juga meminta agar Eonnoni Cup dijauhkan dari konsumsi minuman beralkohol. Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi kegiatan positif bagi masyarakat sekaligus menyediakan ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat, bakat, dan energi mereka melalui olahraga. Baginya, lapangan sepak bola dapat menjadi tempat belajar tentang disiplin, kerja sama, persaingan sehat, sekaligus menghargai lawan.
Dengan jumlah peserta yang terus bertumbuh, Usman melihat Eonnoni Cup memiliki ruang untuk berkembang lebih jauh. Ia berharap turnamen yang telah melibatkan tim dari tujuh kecamatan itu dapat terus dijaga kualitasnya sehingga kelak menjadi salah satu panggung bagi lahirnya talenta-talenta sepak bola dari daerah yang dapat berbicara lebih jauh di tingkat NTT.
Dukungan Usman terhadap Eonnoni Cup mendapat apresiasi dari Ketua Panitia, Dolan Isakus Ataupah. Ia menyebut dukungan tersebut bukan hanya membantu dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan semangat kepada panitia untuk menghadirkan kompetisi yang mampu mempertemukan puluhan tim dari berbagai kecamatan. “Terima kasih kepada Bapak Usman Husin yang sudah memberikan dukungan untuk Eonnoni Cup 8. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dan seluruh peserta,” ujar Dolan.
Dari Lapangan Oenoni Raya, Eonnoni Cup akhirnya membawa pesan yang lebih panjang dari sekadar pertandingan 90 menit. Ada bola yang diperebutkan, ada kemenangan yang dikejar, tetapi ada pula persaudaraan yang perlu dijaga. Dan bagi Usman Husin, selama sepak bola masih mampu menjadi tempat anak-anak muda bertumbuh, berkompetisi secara sehat, dan menemukan kepercayaan diri, lapangan seperti Oenoni akan selalu memiliki cerita untuk masa depan.***









