Kampung Nelayan Merah Putih Hadir di Semau, Bupati Kupang Dorong Hasil Laut Bernilai Tambah

Minggu, 18 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Semau.

Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Semau.

Kupang,- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Uiasa dan Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, Sabtu (17/10/2026). Proyek ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan sektor perikanan di wilayah pesisir, terutama dalam memperkuat usaha nelayan dan meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan.

Bagi masyarakat nelayan, persoalan tidak selalu berhenti pada seberapa banyak ikan yang berhasil ditangkap. Keterbatasan fasilitas penyimpanan dan akses pemasaran kerap membuat hasil laut sulit dijual dengan harga yang layak. Pemerintah Kabupaten Kupang berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjawab persoalan tersebut melalui penyediaan fasilitas pendukung, termasuk cold storage untuk menjaga mutu ikan sebelum dipasarkan.

Bupati Yosef Lede mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyelaraskan program pembangunan dengan prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, program ini harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, bukan sekadar menambah infrastruktur baru di wilayah kepulauan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sering mendapat ikan melimpah, tetapi bingung menyimpan dan memasarkannya. Kehadiran Kampung Nelayan ini diharapkan menjawab persoalan tersebut,” tegas Yosef. Pernyataan itu menyoroti tantangan mendasar yang dihadapi nelayan: hasil tangkapan yang melimpah belum tentu berbanding lurus dengan pendapatan apabila tidak didukung sistem penyimpanan dan pemasaran yang memadai.

Lebih jauh, Yosef mendorong agar pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih. Melalui pola pengelolaan tersebut, hasil tangkapan diharapkan dapat ditampung dan dipasarkan secara lebih terorganisasi. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan warga setempat, baik dalam proses pembangunan maupun pengelolaan fasilitas, sehingga masyarakat Semau memiliki peran langsung dalam menggerakkan ekonomi di daerahnya sendiri.

Dukungan terhadap pembangunan tersebut juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Absalom Buy, yang berharap manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Universitas Nusa Cendana, Dr. Franchy Christian Liufeto, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung pendataan stok ikan, pengkajian sumber daya laut, serta pendampingan teknis. Dukungan akademik ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan perikanan berjalan berdasarkan potensi sumber daya dan prinsip keberlanjutan.

Pada akhirnya, keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih di Semau tidak hanya akan diukur dari berdirinya bangunan dan tersedianya fasilitas. Ukuran yang lebih penting adalah kemampuan program tersebut memperbaiki rantai distribusi hasil laut, memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan nelayan, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Dengan pengelolaan yang terarah, keterlibatan warga, serta dukungan pemerintah dan perguruan tinggi, pembangunan ini diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekonomi pesisir yang lebih kuat dan berkelanjutan.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dirreskrimsus Polda NTT Telusuri Rantai Distribusi Beras Ubur-Ubur, HET Jadi Perhatian
REI NTT Proyeksikan Kontribusi Ekonomi Rp100 Miliar per Tahun
Malam Pun Kerja!! PT Cahaya Berlian Jaya Abadi Berpacu Waktu di Jalan Ikan Foti
Usman Husin Desak Pelaku Penyelewengan 600 Ton Beras Ditindak Tegas
FESET USIF MA’NAI 2026, Upaya Kabupaten Kupang Merawat Sejarah dan Identitas Leluhur
Membangun Kabupaten Kupang dari akar Kebudayaannya
Nyanian Sion di Tanah yang Bernapas
Bupati Kupang Dorong Tenaga Kerja Lokal Kuasai Keterampilan Konstruksi Baja Ringan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:28

Dirreskrimsus Polda NTT Telusuri Rantai Distribusi Beras Ubur-Ubur, HET Jadi Perhatian

Jumat, 6 November 2026 - 22:29

REI NTT Proyeksikan Kontribusi Ekonomi Rp100 Miliar per Tahun

Jumat, 6 November 2026 - 15:57

Malam Pun Kerja!! PT Cahaya Berlian Jaya Abadi Berpacu Waktu di Jalan Ikan Foti

Kamis, 5 November 2026 - 04:39

Usman Husin Desak Pelaku Penyelewengan 600 Ton Beras Ditindak Tegas

Selasa, 3 November 2026 - 08:03

FESET USIF MA’NAI 2026, Upaya Kabupaten Kupang Merawat Sejarah dan Identitas Leluhur

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.