Bergerak Selama 3 Hari, Usman Husin Salurkan 24,55 Ton Benih Jagung di Kabupaten Kupang

Senin, 19 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usman Husin menyerahkan secara langsung bantuan benih jagung hibrida kepada petani di Kabupaten Kupang.

Usman Husin menyerahkan secara langsung bantuan benih jagung hibrida kepada petani di Kabupaten Kupang.

KUPANG,- Dukungan terhadap petani tidak cukup berhenti pada penyerahan bantuan. Benih yang diterima harus menjadi awal dari proses produksi yang mampu meningkatkan hasil panen dan memperkuat ekonomi keluarga. Semangat itulah yang ditunjukkan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, melalui penyaluran 24,55 ton benih jagung hibrida kepada petani di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama tiga hari, 14–16 Oktober 2026.

Bantuan tersebut menjangkau kelompok tani di Oebelo serta sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Kupang Barat, Nekamese, Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, dan Amarasi Timur. Penyaluran ini diarahkan untuk mendukung persiapan musim tanam pertama (MT I), ketika ketersediaan benih menjadi salah satu faktor penting bagi petani untuk mulai mengolah lahan. Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada pertanian, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sarana produksi sekaligus membuka peluang meningkatkan pendapatan dari hasil panen.

Penyaluran dilakukan secara bertahap. Pada Rabu (14/10/2026), sebanyak 3,5 ton benih jagung hibrida super diberikan kepada 12 kelompok tani di Oebelo. Sehari kemudian, Kamis (15/10/2026), sebanyak 12 ton disalurkan untuk mendukung petani di Kecamatan Kupang Barat dan Nekamese.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan ditutup pada Jumat (16/10/2026) dengan penyaluran 9,05 ton benih kepada petani di Kecamatan Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, dan Amarasi Timur. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan selama tiga hari mencapai 24,55 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Billy Oemboe Wanda, menjelaskan bahwa kebutuhan benih jagung hibrida untuk satu hektare lahan berkisar 15 kilogram. Dengan takaran tersebut, bantuan sebanyak 24,55 ton secara teoritis dapat memenuhi kebutuhan benih untuk sekitar 1.636 hektare lahan. Ia juga menyebut jagung hibrida berpotensi menghasilkan 7–10 ton per hektare apabila didukung pemupukan yang baik, kondisi lahan yang sesuai, ketersediaan air, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Potensi produksi tersebut membuka peluang bagi petani Kabupaten Kupang untuk meningkatkan hasil pertanian. Namun, capaian panen tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih. Perencanaan musim tanam, ketersediaan pupuk, pengelolaan air, perawatan tanaman, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman turut menentukan hasil akhir.

Karena itu, bantuan benih perlu diikuti dengan pendampingan dan dukungan sarana produksi agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Angka potensi produksi juga tidak dapat diperlakukan sebagai jaminan hasil panen, sebab kondisi setiap lahan dan kemampuan budidaya petani berbeda-beda.

Usman Husin menegaskan bahwa bantuan pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi penerimanya, bukan sekadar menjadi angka dalam laporan penyaluran. Menurut dia, turun langsung ke lapangan merupakan cara untuk melihat kebutuhan petani sekaligus memastikan bantuan menjangkau kelompok yang membutuhkan.

“Bagi saya, membantu petani bukan sekadar menyerahkan bantuan. Yang terpenting adalah bantuan tersebut benar-benar sampai kepada kelompok tani yang membutuhkan dan dimanfaatkan dengan baik. Petani harus mendapat kesempatan untuk mengembangkan lahannya, meningkatkan hasil panen, dan memperbaiki kesejahteraan keluarganya,” ujar Usman.

Ia berharap seluruh benih yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan rencana tanam masing-masing kelompok tani. Usman juga menekankan pentingnya pengelolaan lahan dan perawatan tanaman secara tepat agar hasil yang diperoleh mendekati potensi produksi yang diharapkan.

“Saya turun langsung supaya bisa mengetahui kondisi petani dan memastikan bantuan ini sampai kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Kita ingin bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata, bukan hanya tercatat sudah disalurkan,” katanya.

Baginya, keberhasilan bantuan pada akhirnya harus terlihat dari pemanfaatannya di lahan pertanian, peningkatan produksi, dan peluang kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga petani.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dirreskrimsus Polda NTT Telusuri Rantai Distribusi Beras Ubur-Ubur, HET Jadi Perhatian
REI NTT Proyeksikan Kontribusi Ekonomi Rp100 Miliar per Tahun
Malam Pun Kerja!! PT Cahaya Berlian Jaya Abadi Berpacu Waktu di Jalan Ikan Foti
Usman Husin Desak Pelaku Penyelewengan 600 Ton Beras Ditindak Tegas
FESET USIF MA’NAI 2026, Upaya Kabupaten Kupang Merawat Sejarah dan Identitas Leluhur
Bupati Kupang Dorong Tenaga Kerja Lokal Kuasai Keterampilan Konstruksi Baja Ringan
Jejak Pengabdian Jerry Manafe untuk Golkar Berlanjut 
35 Tim Ramaikan Turnamen Futsal GAMKI Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:28

Dirreskrimsus Polda NTT Telusuri Rantai Distribusi Beras Ubur-Ubur, HET Jadi Perhatian

Jumat, 6 November 2026 - 22:29

REI NTT Proyeksikan Kontribusi Ekonomi Rp100 Miliar per Tahun

Jumat, 6 November 2026 - 15:57

Malam Pun Kerja!! PT Cahaya Berlian Jaya Abadi Berpacu Waktu di Jalan Ikan Foti

Kamis, 5 November 2026 - 04:39

Usman Husin Desak Pelaku Penyelewengan 600 Ton Beras Ditindak Tegas

Selasa, 3 November 2026 - 08:03

FESET USIF MA’NAI 2026, Upaya Kabupaten Kupang Merawat Sejarah dan Identitas Leluhur

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.