KUPANG,- Selama hampir dua dekade, Jemaat GMIT Imanuel Hausisi berjuang menyelesaikan pembangunan gedung gereja dengan mengandalkan swadaya dan semangat kebersamaan. Perjalanan panjang itu kini mendapat suntikan harapan setelah Bupati Kupang, Yosef Lede, menyatakan dukungannya untuk membantu menuntaskan pembangunan rumah ibadah tersebut.
Komitmen itu disampaikan Yosef Lede saat beribadah bersama jemaat di Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu (18/10/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kupang itu menjadi momentum bagi jemaat yang selama bertahun-tahun berusaha menyelesaikan pembangunan gereja di tengah keterbatasan kemampuan mereka.
Yosef mengapresiasi ketekunan jemaat yang tetap bergotong royong mempertahankan cita-cita memiliki gedung gereja yang layak. Menurut dia, pembangunan rumah ibadah bukan semata-mata soal mendirikan bangunan fisik, melainkan juga tentang komitmen, persatuan, dan kesediaan seluruh jemaat untuk bekerja bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang paling utama bukan hanya gedung gereja yang megah, tetapi bagaimana jemaat berkumpul, bersekutu, dan memuliakan nama Tuhan. Jangan pernah menyerah mengajak saudara-saudara kita yang sudah lama tidak beribadah untuk kembali dalam persekutuan,” tegas Yosef.
Ia berharap pembangunan gedung gereja tersebut dapat segera diselesaikan sehingga jemaat bisa beribadah dengan lebih nyaman dan mempersiapkan pentahbisan. Yosef juga mengingatkan bahwa gereja harus menjadi pusat pertumbuhan iman, penguatan persaudaraan, serta tempat menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, penyelesaian pembangunan tidak berhenti pada berdirinya sebuah bangunan, tetapi juga mendukung kehidupan persekutuan jemaat.
Tokoh Jemaat Imanuel Hausisi, Aljeri Monas, mengatakan jemaat yang terdiri atas sekitar 180 kepala keluarga atau 600–700 jiwa itu telah bergumul membangun gereja selama kurang lebih 20 tahun. Ia menyebut dukungan yang disampaikan Bupati Kupang memberikan semangat baru bagi jemaat untuk melanjutkan perjuangan yang selama ini dilakukan secara swadaya.
“Kami sudah bergumul dengan pembangunan ini selama kurang lebih 20 tahun. Kehadiran Bapak Bupati memberikan semangat bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan gereja ini,” ungkap Aljeri.
Dukungan tersebut kini menjadi harapan baru bagi Jemaat GMIT Imanuel Hausisi untuk menuntaskan pembangunan gereja yang telah lama mereka impikan. Bagi jemaat, penyelesaian rumah ibadah ini bukan hanya tentang merampungkan pekerjaan konstruksi, melainkan juga menjaga semangat gotong royong dan memperkuat kehidupan iman bersama. Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah Kabupaten Kupang, tokoh masyarakat, serta Jemaat GMIT Imanuel Hausisi.***









