KUPANG,- Persiapan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 memasuki fase penting. Dengan waktu yang semakin terbatas, pembenahan venue pertandingan, pemenuhan perlengkapan, serta peningkatan kesiapan atlet menjadi pekerjaan mendesak yang harus dipercepat.
Gubernur NTT sekaligus Ketua KONI NTT menegaskan, seluruh pihak yang terlibat harus bergerak lebih cepat dan terukur. Penegasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Wakil Ketua Umum KONI NTT, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), pengurus KONI kabupaten/kota, serta perwakilan cabang olahraga se-NTT untuk membahas tindak lanjut hasil peninjauan dan rekomendasi Technical Delegate KONI Pusat.
Salah satu perhatian utama adalah kondisi sejumlah venue yang masih membutuhkan pembenahan, termasuk stadion sepak bola. Gubernur menegaskan, cabang olahraga sepak bola putra maupun putri harus tetap dipertandingkan di NTT. Karena itu, kebutuhan perbaikan fasilitas harus segera diidentifikasi dan dihitung secara terperinci agar dukungan anggaran dapat diperjuangkan melalui APBD provinsi maupun kabupaten/kota sesuai kewenangan masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain pembenahan venue, rapat tersebut juga membahas penyesuaian lokasi pertandingan sejumlah cabang olahraga, antara lain pencak silat, rugby, bulu tangkis, wushu, layar, dan selancar. Setiap rekomendasi teknis dari KONI Pusat harus ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor agar keputusan mengenai lokasi pertandingan, kesiapan fasilitas, dan kebutuhan pendukung tidak berlarut-larut.
Periode Oktober hingga Desember 2026 ditetapkan sebagai tahapan penting untuk mengukur kemajuan persiapan secara konkret. Dalam rentang waktu tersebut, rapat teknis lanjutan perlu segera dilaksanakan, kebutuhan anggaran dirinci, serta penyelesaian surat keputusan (SK) cabang olahraga dan pembentukan Panitia Besar PON dipercepat. Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap bidang memiliki tanggung jawab dan arah kerja yang jelas.
Persiapan PON XXII 2028 tidak cukup hanya mengandalkan kerja KONI atau pemerintah provinsi. Keterlibatan pemerintah kabupaten/kota, Dispora, pengurus cabang olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar berbagai persoalan teknis dapat diselesaikan secara bersama. Terutama dalam hal pembiayaan, pembenahan fasilitas, dan pemenuhan kebutuhan pertandingan yang memerlukan dukungan lintas pemerintahan.
Gubernur sekaligus Ketua KONI NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terus mengawal persiapan pesta olahraga nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa PON bukan sekadar kesempatan menjadi tuan rumah, melainkan momentum bagi NTT untuk menunjukkan kapasitas, kesiapan, dan persatuan dalam menyelenggarakan ajang olahraga berskala nasional. Dengan kerja cepat, gotong royong, dan tindak lanjut yang nyata, NTT diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan PON 2028 yang membanggakan sekaligus memperkuat prestasi atlet daerah.**









