KUPANG,- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nelson Matara, melontarkan pujian terhadap kinerja Bupati Kupang, Yosef Lede. Ia menilai, di tengah keterbatasan keuangan negara dan minimnya dana Transfer ke Daerah (TKD), Yosef Lede mampu menunjukkan inisiatif dan kerja politik yang kuat untuk mendatangkan dukungan anggaran bagi pembangunan Kabupaten Kupang.
Pujian tersebut disampaikan Nelson saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pantai Panmuti, Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, Jumat (16/10/2026). Di hadapan para undangan, Nelson secara terbuka menyebut Yosef Lede sebagai pemimpin yang memiliki etos kerja tinggi dan tidak tinggal diam menghadapi keterbatasan anggaran daerah.
“Ini adalah bupati yang gila kerja. Di tengah situasi keuangan negara yang terbatas, Bupati Kupang mampu memperoleh banyak anggaran berkat inisiatifnya sendiri. Kita akui dana Transfer ke Daerah memang sangat kecil,” ujar Nelson.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu sekaligus menyoroti pentingnya kreativitas dan kegigihan kepala daerah dalam mencari sumber dukungan pembangunan di tengah tekanan fiskal.
Menurut Nelson, kemampuan Yosef Lede membangun jaringan dan melakukan pendekatan ke pemerintah pusat menjadi salah satu keunggulan dalam memperjuangkan kepentingan daerah. Baginya, kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan alokasi anggaran yang tersedia, tetapi juga membutuhkan kemampuan membangun komunikasi dan memperjuangkan program agar memperoleh dukungan di tingkat nasional.
Nelson bahkan menggunakan perumpamaan politik untuk menggambarkan kelebihan Bupati Kupang tersebut.
“Kalau di Jakarta ada Prabowo, di Kabupaten Kupang ada Yos Lede. Kalau pakai saku empat pasti dapat uang. Itulah kelebihan orang politik,” katanya.
Pernyataan itu menjadi bentuk pengakuan Nelson terhadap kemampuan Yosef Lede membangun relasi dan memanfaatkan jejaring politik untuk membuka peluang pendanaan pembangunan bagi masyarakat Kabupaten Kupang.
Menutup pernyataannya, Nelson menegaskan bahwa pemimpin dengan daya juang dan kemampuan memperjuangkan anggaran seperti Yosef Lede bukan sosok yang mudah ditemukan. Ia berharap upaya tersebut terus dilanjutkan agar semakin banyak program pembangunan yang dapat diwujudkan.
“Ke depan harus lanjutkan perjuangan ini,” imbaunya.
Pujian tersebut menempatkan kerja keras, inisiatif, dan kemampuan melobi sebagai modal penting bagi pemerintah daerah untuk tetap menggerakkan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.***









