KUPANG,- Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Teldi Sanam, mendorong Dharma Wanita Persatuan (DWP) memperkuat profesionalisme organisasi melalui peningkatan kapasitas pengurus dan pembenahan sistem administrasi berbasis digital. Menurut dia, penerapan teknologi harus diikuti dengan kualitas program dan pelaporan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pesan itu disampaikan saat membuka kegiatan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) DWP Kabupaten Kupang di Aula Hotel Neo Eltari Kupang, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2026, tersebut diikuti pengurus DWP dan admin aplikasi e-Reporting dari perangkat daerah serta kecamatan se-Kabupaten Kupang. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan organisasi sekaligus memperkuat ketertiban pelaporan kegiatan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Dalam kapasitasnya sebagai Penasihat DWP Kabupaten Kupang, Teldi menegaskan bahwa DWP tidak semestinya hanya dipandang sebagai organisasi pendamping aparatur sipil negara (ASN). Lebih dari itu, organisasi ini memiliki ruang pengabdian yang luas, mulai dari penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, hingga dukungan terhadap upaya pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengingatkan, penggunaan aplikasi digital bukan tujuan akhir dari pembenahan administrasi. Teknologi harus membantu organisasi menghasilkan data yang akurat, laporan yang lengkap, serta informasi yang bisa diuji dan dipertanggungjawabkan. “Digitalisasi pelaporan tidak boleh berhenti pada kemampuan mengoperasikan aplikasi, tetapi harus menghasilkan data yang benar, laporan yang lengkap, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Teldi.
Menurut dia, kualitas program dan ketertiban administrasi harus berjalan beriringan. Setiap kegiatan perlu melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan secara tepat waktu. Dengan demikian, capaian organisasi dapat diukur secara jelas, sementara pelaksanaan program menjadi lebih transparan dan akuntabel. Ia juga meminta seluruh pengurus saling mendukung agar penerapan e-Reporting berjalan merata dan tidak menyisakan unsur organisasi yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi.
Untuk mendukung tujuan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai penguatan manajemen organisasi, administrasi dan pengarsipan, perencanaan serta evaluasi program kerja, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penyusunan rencana tindak lanjut. Hadir dalam kegiatan itu Ketua DWP Kabupaten Kupang Maria D. Babanong, Kepala Dinas PMDP3A Jhon Alexander Sula, Sekretaris Dinas PKO Nere Setiawan Lede, narasumber dari DWP Provinsi NTT, jajaran pengurus DWP, serta para admin e-Reporting.
Melalui pelatihan ini, DWP Kabupaten Kupang diharapkan mampu membangun tata kelola organisasi yang lebih adaptif, tertib, dan produktif. Ukuran keberhasilan organisasi, pada akhirnya, bukan semata-mata jumlah kegiatan yang terlaksana atau laporan yang terkumpul, melainkan sejauh mana program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi anggota, keluarga, dan masyarakat.***









