Oelamasi,- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Kupang berkolaborasi dengan Jemaat GMIT Elim Naibonat menggelar kegiatan kepemudaan yang memadukan olahraga, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, dan edukasi keadilan dalam keluarga.
Ketua DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Deasy M.C. Ballo-Foeh, S.H., mengatakan kolaborasi tersebut merupakan upaya menghadirkan pelayanan pemuda yang berdampak langsung bagi gereja dan masyarakat.
“Pemuda gereja tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus menjadi pelaku perubahan melalui olahraga, seni budaya, pendidikan, dan pelayanan sosial,” kata Deasy, Kamis (29/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui kegiatan yang mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang. Olahraga, khususnya futsal, menjadi salah satu ruang untuk menumbuhkan sportivitas, solidaritas, dan persaudaraan lintas denominasi gereja.
“Di lapangan futsal, anak-anak muda boleh berbeda tim dan denominasi, tetapi mereka tetap bersaudara. Kemenangan tidak boleh mengalahkan persahabatan dan rasa hormat terhadap sesama,” ujarnya.
Selain turnamen futsal, kegiatan di lingkungan Jemaat GMIT Elim Naibonat itu mencakup lomba tarian daerah Bosan Halan. Kegiatan ini diharapkan mendorong generasi muda mengenal dan melestarikan budaya lokal.
Panitia juga membuka kesempatan bagi warga jemaat dan pelaku usaha kecil untuk berjualan selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, aktivitas kepemudaan diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan tersebut turut diisi seminar tentang hak waris anak perempuan. Deasy mengatakan edukasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak perempuan, kesetaraan, dan keadilan dalam keluarga.
“Anak perempuan tidak boleh dipandang lebih rendah hanya karena jenis kelaminnya. Keluarga harus menjadi tempat pertama untuk mempraktikkan kasih, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” katanya.
Deasy menambahkan, GAMKI ingin membangun kerja sama berkelanjutan dengan gereja untuk menjawab kebutuhan generasi muda dan keluarga. Ia juga mengapresiasi dukungan DPD GAMKI Nusa Tenggara Timur dalam mendorong program-program yang konkret dan relevan dengan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Edo Kasmetan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi organisasi kepemudaan dan gereja dalam menyediakan ruang positif bagi generasi muda.
Menurut Edo, keberagaman peserta menjadi modal untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut melalui kegiatan olahraga, budaya, dan pelayanan sosial.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Ketua Panitia Mikjen Tulle dan Sekretaris Panitia Willy David Doko Ha’e, dengan dukungan Ketua Majelis Jemaat GMIT Elim Naibonat, Pdt. Erens Fanggidae, S.Th. Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Neil Rondo, S.Pt., juga dijadwalkan hadir untuk memberikan dukungan kepada peserta dan panitia.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan menyambut Bulan Keluarga. Hingga berita ini ditulis, turnamen futsal diikuti 35 tim, terdiri atas 20 tim kategori usia di bawah 16 tahun (U-16) dan 15 tim kategori U-17.
Peserta berasal dari kalangan umum, pemuda jemaat GMIT, serta berbagai denominasi gereja. Turnamen ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat persahabatan dan persaudaraan di Kabupaten Kupang.***









