KUPANG,- Pemerintah Kabupaten Kupang mendorong tenaga kerja lokal meningkatkan keterampilan agar mampu mengambil bagian dalam berbagai peluang pembangunan di daerah. Kebutuhan tenaga terampil di sektor konstruksi dinilai menjadi salah satu peluang yang perlu dimanfaatkan masyarakat, terutama generasi muda.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Kupang Yosef Lede saat membuka Pelatihan Konstruksi Baja Ringan Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang di Hotel T-More Kupang, Sabtu, 31 Oktober 2026 sore.
Yosef mengatakan, keterampilan konstruksi baja ringan memiliki prospek kerja seiring meningkatnya kebutuhan tenaga terampil untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum. Karena itu, peserta diminta tidak sekadar mengikuti pelatihan sebagai kegiatan formalitas, tetapi benar-benar menguasai materi dan praktik yang diberikan selama delapan hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan menganggap pelatihan ini hanya sekadar kegiatan untuk hadir, mengikuti materi, kemudian selesai. Saya ingin para peserta benar-benar belajar dan menguasai keterampilan yang diberikan. Mereka harus menjadi tenaga terampil dan mampu membagikan ilmunya kepada masyarakat lainnya,” kata Yosef.
Menurut dia, masyarakat Kabupaten Kupang tidak harus selalu mencari pekerjaan ke luar daerah atau luar negeri. Peluang ekonomi dan lapangan kerja, kata dia, juga tersedia di daerah sendiri. Namun, kesempatan tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Jangan berpikir bahwa kita harus pergi ke luar negeri atau daerah lain untuk mendapatkan pekerjaan. Di Kabupaten Kupang sendiri ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Persoalannya adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Yosef juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus merancang program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Peningkatan kualitas pelatihan, termasuk penyediaan fasilitas dan sarana praktik, dinilai penting agar masyarakat memperoleh keterampilan yang dapat langsung diterapkan.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan jalan, gedung, dan berbagai infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas manusia, kesempatan kerja, pendapatan, serta kemandirian ekonomi masyarakat juga harus menjadi bagian dari agenda pembangunan Kabupaten Kupang.
“Yang kita bangun bukan hanya daerahnya, tetapi juga manusianya. Kabupaten Kupang Emas berarti masyarakatnya semakin mandiri, memiliki kemampuan, dan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Yosef.
Pemerintah daerah berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemberian sertifikat atau kegiatan seremonial. Keberhasilannya justru akan terlihat ketika peserta mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh, mendapatkan pekerjaan, atau mengembangkan usaha secara mandiri.
Pelatihan konstruksi baja ringan dapat menjadi salah satu jalan bagi tenaga kerja lokal untuk memperoleh penghasilan sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Kupang.***









