Pilkada Kabupaten Kupang: Ketika Nasib Rakyat Disandera Oleh Recehan

Rabu, 19 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Ilustrasi

Kupang-infontt.com,- Pilkada serentak yang akan dilangsungkan pada 2018 mendatang tentu akan melahirkan pemimpin yang berkualitas apabila masyarakatat cerdas dalam menentukan sikapnya untuk memilih pemimpin.

Berbicara kriteria pemimpin itu tentu akhlak yang baik adalah merupakan salah satu kualiatas yang baik pada diri pemimpin tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa begitu banyak pemimpin yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi namun tidak terimplikasi pada akhlaknya, sehingga di momen Pilkada kali ini terkhusus di Kabupaten Kupang nanti akan melangsungkan perhelatan demokrasi. Perlu ditekankan kepada semua masyarakat untuk menggunakan hak konstitusinya secara bijak dan cerdas dalam memilih pemimpinnya, sehingga nasib masyarakat dalam 5 Tahun ke depan itu dapat lebih baik lagi.

Di momen ini tentu begitu banyak para calon pemimpin yang mengeluarkan mantra ampuhnya lewat janji-janji politik yang dimulai dari kesejahteraan masyarakat, keadilan, proses pelayanan yang baik kepada masyarakat hingga hal-hal yang terkecil turut menjadi bunga retorika para calon pemimpin ini, namun setelah terpilih apakah mereka tidak melupakan apa yang telah menjadi janji politiknya kepada rakyat?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini tentu merupakan sebuah tugas kita bersama untuk tetap meningkatkan ketajaman berfikir serta kemampuan menganalisa apa yang mereka sampaikan lewat janji politiknya,dan yang paling urgen adalah kita semestinya mampu mencari kriteria calon yang akan menjadi nahkoda sebuah daerah.

Sebagai seseorang yang berada di alam demokrasi, tentu saya ingin mengajak kepada kita semua, bahwa jangan sampai proses demokratisasi kita ini ternodai dengan money politic (politik uang) yang kemudian hanya akan melahirkan pemimpin yang melihat rakyatnya dari angka-angka rupiah, sebab jika demikian terjadi maka konsekuensi logisnya kita telah menyerahkan daerah kita kepada pemimpin yang instan, serta tidak berkualitas.

Selain itu bagi kita ataupun masyarakat yang terjebak dengan money politic, tentunya mereka tidaklah sadar bahwa hak politiknya sedang di sandra oleh hanya beberapa recehan rupiah sementara nasibnya 5 Tahun kedepan tidak akan pernah baik, sebab mereka telah menyerahkan tanggung jawab mengurusi masyarakat kepada pemimpin yang dihasilkan dari paradigma materealistik.

Kita tentu berharap di tahun politik yang akan terus berlangsung sampai pemilu nanti yang dibarengi pilkada serentak, kita harus mampu keluar dari konstruk dan cara berfikir yang keliru, termasuk di Pilkada serentak ini kita berharap agar mewujudkan pemilu damai, jujur , berintegritas yang berangkat dari bahwa semua pihak harus membangun kerja sama baik, belum lagi para calon pemimpin yang bertarung di Pilkada kali ini harus mampu bersaing secara baik,para penyelenggara pemilu juga harus mampu menunjukkan profesionalismenya tanpa berpihak.

Dengan upaya yang dibangun di atas sebuah pondasi yang baik dan kuat,maka saya cukup yakin proses demokrasi kitapun akan baik. Namun, jika demokrasi kita didasari dengan hal-hal buruk maka demokrasi yang jujur, berintegritas serta damai tidak akan terwujud. Dan di Pilkada 2018 nanti kita dapat menilai dan melihat langkah yang diambil oleh para pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah dalam menyelenggarakan Pilkada serentak apakah sudah tepat atau tidak? Semoga pesta demokrasi khususnya di Kabupaten Kupang berjalan sehat.

(Penulis: Chris Bani: wartawan cmbnews.id/portal berita daring)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.