Aktivis Sorot Proyek RSUD Naibonat Senilai 19,5 Miliar yang Mangkrak: Mimpi Berubah Jadi Malapetaka

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek mangkrak di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Proyek mangkrak di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kupang-CMBN,- Di jantung Kabupaten Kupang, tepatnya di samping Civic Center Oelamasi, berdiri gedung dua lantai yang seharusnya menjadi simbol kemajuan. Namun, kini gedung itu menjadi simbol kegagalan dan kekecewaan. Mimpi memiliki gedung infeksius modern dan canggih, dengan poliklinik-poliklinik yang lengkap, telah berubah menjadi malapetaka.

Asten Bait, aktivis muda Kabupaten Kupang,ungkapkan kekecewaannya atas proyek mangkrak ini. Ia heran mengapa DPRD Kabupaten Kupang dan pemerintah daerah Kabupaten Kupang sejauh ini masih tutup mata dengan keadaan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa proyek pembangunan Gedung Infeksius dan In Infeksius RSUD Naibonat tahap II senilai 19.547.929.000,00 (Rp 19,5 miliar) yang dibangun sejak 2013 tersebut hingga kini belum tuntas. Bahkan diterlantarkan begitu saja. Uang rakyat sebesar Rp 19,5 miliar yang digunakan untuk membangun gedung ini, kini hanya menjadi tempat parkir kendaraan dokter, perawat, bidan, dan pengunjung rumah sakit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembangunan RSUD Naibonat Kabupaten Kupang yang menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah oleh PT. Waskita Karya diduga tidak sesuai bestek,” ungkap Ketua Umum Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu ini.

Asten Bait

Asten Bait meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang untuk segera mengusut tuntas proyek ini. Ia juga siap mengawal proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini.

“Jika ada indikasi korupsi, maka wajib hukumnya untuk diproses secara hukum,” tegasnya.

Mewakili masyarakat, Asten berharap agar Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang dapat bertindak tegas dan transparan dalam mengusut kasus ini.

“Kami ingin keadilan dan kebenaran terungkap. Kami pastikan akan ada laporan resmi ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang karena ini harus segera ada tindakan untuk mengusut tuntas. Jangan biarkan uang rakyat hilang begitu saja. Kami siap mendukung proses penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut,” kata Asten Bait.

Proyek mangkrak RSUD Naibonat ini harus menjadi contoh bagi kita semua bahwa korupsi tidak akan pernah ditoleransi. Ia berharap agar PT. Waskita Karya, sebagai kontraktor pelaksana, bertanggung jawab atas proyek ini.

“Kita berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas dan pelaku korupsi dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, saatnya bertindak,” tandasnya.(CMBN01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.