BULOG NTT Diminta Perkuat Distribusi Beras SPHP sampai Tingkat Desa

Sabtu, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI, Usman Husin

Anggota DPR RI, Usman Husin

KUPANG — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin, meminta Perum BULOG memperluas distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga ke pasar-pasar desa dan kios-kios di wilayah pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Usman, keberhasilan program stabilisasi pangan tidak semata-mata diukur dari besarnya stok beras yang tersedia di gudang BULOG. Hal yang lebih penting adalah memastikan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota, dapat memperoleh beras SPHP dengan mudah dan harga yang terjangkau.

“Saya minta kepada BULOG agar beras SPHP harus masuk ke pasar-pasar di pedesaan atau kios-kios di setiap desa yang ada di pelosok NTT,” tegas Usman, 5 Agustus 2026. Ia menilai masyarakat desa memiliki hak yang sama dengan warga perkotaan untuk mendapatkan akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dorongan tersebut disampaikan di tengah upaya BULOG NTT memperluas penyaluran beras SPHP. Pemimpin Perum BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menyebut hingga September 2026 penyaluran beras SPHP di NTT telah mencapai 21.676 ton. Khusus sepanjang Agustus 2026, penyaluran mencapai sekitar 3.915 ton melalui berbagai saluran distribusi.

Dari sisi ketersediaan, kondisi stok beras BULOG NTT juga dilaporkan cukup kuat. Per 1 September 2026, stok beras yang tersimpan di 46 gudang BULOG di NTT mencapai 24.134 ton. Namun, bagi Usman, angka tersebut harus diikuti dengan distribusi yang benar-benar menjangkau masyarakat di tingkat paling bawah.

“Berasnya ada, tetapi masyarakat di pelosok juga harus bisa mendapatkannya. Jangan sampai stok tersedia, tetapi masyarakat harus pergi jauh ke kota untuk membeli beras SPHP,” ujarnya. Menurut dia, jarak antara pusat distribusi dan konsumen di desa dapat menjadi persoalan tersendiri karena masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh kebutuhan pokok.

Karena itu, Usman mendorong BULOG menggandeng pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, pemilik kios, serta jaringan distribusi lokal untuk memperbanyak titik penjualan SPHP. Ia juga meminta agar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar tidak hanya terpusat di Kota Kupang atau kawasan perkotaan, tetapi diperluas ke seluruh kabupaten hingga wilayah pelosok NTT.

“Saya berharap pasar murah jangan hanya fokus di Kota Kupang. Program ini harus merata sampai seluruh kabupaten di NTT, sehingga masyarakat di daerah-daerah pelosok juga bisa merasakan manfaat yang sama,” katanya. Usman menambahkan, komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng perlu dijaga ketersediaannya serta kestabilan harganya. Menurut dia, desa harus menjadi bagian penting dalam jaringan distribusi pangan agar masyarakat berpenghasilan terbatas tidak semakin terbebani oleh biaya untuk mendapatkan kebutuhan dasar.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.