KEFAMENANU,- Pengabdian tidak berhenti ketika jabatan berakhir atau masa tugas memasuki garis purna. Pesan itulah yang mengemuka saat Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh dan aparatur yang telah berkontribusi bagi institusi dan masyarakat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., dalam Apel Kesadaran ASN di halaman Kantor Bupati TTU, Senin (19/10/2026).
Penerima penghargaan tersebut antara lain Kompol (Purn.) Sudirman, S.Sos., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) TTU, perwakilan aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas pada September dan Oktober 2026, serta perwakilan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten TTU Tahun 2026. Apresiasi itu menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab yang telah mereka tunjukkan dalam menjalankan peran masing-masing.
Bupati yang akrab disapa Falent menegaskan, pemberian piagam penghargaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud pengakuan terhadap pengabdian yang telah diberikan. “Hari ini kita memberikan penghargaan kepada mereka yang telah mengabdi pada institusi yang mereka cintai,” ujar Falent. Menurut dia, setiap kontribusi yang diberikan dengan penuh tanggung jawab patut dihargai, terlebih ketika pengabdian tersebut membawa manfaat bagi institusi dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada ASN yang memasuki masa purna tugas, Falent mengingatkan bahwa berakhirnya masa kerja formal tidak berarti berakhir pula kesempatan untuk mengabdi. Pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai kedisiplinan yang diperoleh selama bertugas tetap dapat menjadi bekal untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Masa pensiun, dalam pandangan tersebut, merupakan babak baru untuk tetap mengambil bagian dalam kehidupan sosial sesuai kemampuan dan pengalaman masing-masing.
Apresiasi juga diberikan kepada anggota Paskibraka TTU Tahun 2026 yang sukses menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di balik pelaksanaan tugas tersebut, terdapat proses persiapan yang menuntut kedisiplinan, ketahanan, kerja sama, dan rasa tanggung jawab. Penghargaan itu sekaligus menjadi pengakuan atas peran generasi muda dalam menjaga kehormatan upacara kenegaraan dan menumbuhkan semangat kebangsaan.
Pemerintah Kabupaten TTU berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para penerima untuk terus memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing. Bagi generasi muda, apresiasi itu diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan, komitmen, dan kesediaan menjalankan tanggung jawab. Sementara bagi aparatur, penghargaan atas pengabdian menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan publik dibangun melalui kerja yang konsisten.
Momentum Apel Kesadaran ASN itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten TTU.
Bupati menempatkan penghormatan terhadap pengabdian sebagai pesan yang berjalan beriringan dengan tuntutan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, pada akhirnya, ukuran pengabdian pemerintah bukan hanya lamanya seseorang menjalankan tugas, melainkan juga kontribusi dan manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.**









