KUPANG — Bupati Kupang Yosef Lede menegur keras aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dinilai lebih aktif di media sosial daripada menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.
Teguran itu disampaikan Yosef saat memimpin Apel Akbar ASN dan PPPK Pemerintah Kabupaten Kupang di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kupang, Kamis (21/8). Ia menyoroti adanya pegawai yang disebut tidak masuk kerja selama berminggu-minggu, tetapi tetap aktif menyampaikan kritik terhadap pemerintah melalui media sosial.
Yosef mengaku memantau aktivitas media sosial sejumlah pegawai dan mencocokkannya dengan daftar kehadiran. Menurut dia, terdapat pegawai yang tidak hadir bekerja selama dua hingga tiga minggu, namun tetap aktif membuat unggahan yang berisi kritik hingga cacian terhadap pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati menilai sikap tersebut tidak mencerminkan profesionalisme dan tanggung jawab sebagai aparatur negara. Ia meminta seluruh ASN dan PPPK lebih mengutamakan kehadiran, disiplin, serta pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Yosef juga mengingatkan pegawai agar tidak mudah mempercayai informasi atau isu yang beredar di grup percakapan maupun media sosial. Jika terdapat persoalan dalam pekerjaan, aparatur diminta menyampaikannya melalui jalur komunikasi resmi kepada pimpinan.
“Kalau ada apa-apa, Bapak dan Ibu punya pemimpin. Ada media untuk lapor kepada Bupati, kita jawab semua. Medsos belum tentu menyelesaikan masalah,” tegas Yosef.
Ia menegaskan kedisiplinan, dedikasi dan kinerja nyata harus menjadi prioritas setiap aparatur Pemkab Kupang. Menurutnya, pelayanan yang baik kepada masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar menyampaikan kritik melalui media sosial.***









