Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Kupang menyambut kehadiran Kapolda NTT yang didampingi oleh Kabid Humas Polda NTT di Desa Benu.

Kapolres Kupang menyambut kehadiran Kapolda NTT yang didampingi oleh Kabid Humas Polda NTT di Desa Benu.

KUPANG — Bagi sebagian orang, membuka keran dan mendapatkan air bersih mungkin merupakan rutinitas sederhana. Namun bagi sebagian warga Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, mendapatkan air untuk memasak, minum, mandi hingga memenuhi kebutuhan ternak selama bertahun-tahun bukanlah perkara mudah.

Pada musim tertentu, warga harus berjalan cukup jauh menuju sungai. Ketika air sungai keruh akibat hujan atau debitnya berubah, perjuangan itu belum selesai. Mereka bahkan harus menggali lubang-lubang kecil di pinggir sungai, menunggu air terkumpul dan lebih jernih, kemudian menimba serta membawanya pulang.

“Dulu memang rumit sekali, Pak, karena jalannya jauh ke kali. Kalau musim hujan kami justru menderita karena air sungai keruh dan banjir. Kami harus menunggu airnya surut dan menggali mata air di pinggir kali sampai jernih, baru bisa ditimba,” tutur salah seorang warga Desa Benu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cerita tentang air itu kini perlahan berubah. Kamis, 24 September 2026, sebuah fasilitas sumur bor bantuan Polda NTT resmi hadir dan mulai dimanfaatkan masyarakat. Peresmian fasilitas tersebut dilakukan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

Bagi warga Benu, sumur bor itu bukan sekadar bangunan dengan mesin dan pipa. Ia adalah jarak yang menjadi lebih pendek, waktu yang menjadi lebih hemat, serta tenaga yang tidak lagi harus terkuras hanya untuk mendapatkan air.

Satu jerigen berkapasitas 20 liter kini dapat diisi dari sumber air yang lebih dekat. Air tersebut kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, minum, mandi hingga memenuhi kebutuhan hewan ternak. Anggota keluarga pun dapat mengambil air secara bergantian tanpa harus berjalan jauh menuju sungai.

Ada pemandangan sederhana namun sarat makna ketika Kapolda NTT meninjau langsung fasilitas tersebut. Tidak hanya melihat sumur bor dari kejauhan, Kapolda juga menyambangi salah satu rumah warga penerima manfaat untuk melihat kondisi sanitasi dan kamar mandi sekaligus memastikan bagaimana fasilitas air itu digunakan masyarakat.

Di sana, Irjen Pol. Rudi Darmoko bahkan turut membantu mengisi air ke dalam jerigen milik warga dan membawanya hingga ke area dapur.

Bagi seorang warga yang selama ini terbiasa berjuang mendapatkan air, perhatian semacam itu memiliki arti tersendiri. Bukan hanya karena air kini tersedia lebih dekat, tetapi karena mereka merasakan adanya kepedulian yang hadir secara langsung.

“Kami sangat bersyukur karena Bapak Kapolda sudah membantu dan memperhatikan kami masyarakat kecil. Sekarang hidup kami jadi lebih baik dan tidak perlu jauh-jauh lagi mengambil air. Puji Tuhan, semoga Bapak Kapolda sekeluarga selalu dilindungi Tuhan dan diberikan kesehatan,” ungkap warga tersebut.

Di tengah kebutuhan masyarakat yang begitu beragam, air bersih tetap menjadi kebutuhan paling mendasar. Karena itu, kehadiran fasilitas sumur bor di Desa Benu memperlihatkan bahwa perhatian kepada masyarakat tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar dan seremonial. Terkadang, kepedulian justru terasa paling nyata ketika menyentuh kebutuhan sederhana yang setiap hari menentukan kehidupan sebuah keluarga.

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan Polri di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang menghadapi persoalan keterbatasan air bersih.

“Sama-sama, Pak. Kita saling mendoakan. Semoga fasilitas sumur bor ini bisa bermanfaat besar, menjaga kesehatan warga, dan meringankan beban sehari-hari,” ujar Irjen Pol. Rudi Darmoko.

Dari sebuah sumur bor, cerita tentang perubahan itu kemudian mengalir. Bukan hanya air yang keluar dari tanah, tetapi juga harapan bahwa kebutuhan dasar masyarakat dapat terus diperhatikan.

Bagi warga Desa Benu, sumber air baru tersebut kini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Setelah bertahun-tahun berjalan menuju sungai dan menggali lubang di pinggir kali untuk mendapatkan air, mereka kini memiliki sumber yang lebih dekat.

Dan mungkin, makna paling sederhana dari kehadiran sumur bor itu adalah ketika seorang ibu tidak lagi harus berpikir panjang untuk mendapatkan air bagi keluarganya, ketika seorang anak tidak perlu ikut berjalan jauh menuju sungai, dan ketika kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi dengan tenaga yang lebih ringan.

Di titik itulah kehadiran Polri dirasakan bukan hanya melalui seragam dan tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot
Kepalan Tangan dari Timur, Taekwondo Polda NTT Naik Podium Nasional 

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.