Cerita dari Marienplatz untuk NTT: Mimpi Anak Sabu Menjadi Nyata di Jerman

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, Intan Riwu dan Yuliana Nesia Angelina di Kota Munich, Jerman.

Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, Intan Riwu dan Yuliana Nesia Angelina di Kota Munich, Jerman.

München,- Di tengah dinginnya udara musim semi di Kota Munich (München), Jerman, langkah seorang gadis muda asal Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur, terasa begitu berarti. Di kawasan bersejarah Marienplatz, pusat keramaian Kota Munich yang dipenuhi bangunan klasik Eropa dan dentang jam lonceng ikonik, Intan Riwu berdiri bukan sebagai wisatawan biasa. Ia hadir sebagai representasi mimpi anak muda NTT yang berhasil menembus dunia internasional.

Pertemuan Intan dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Nusa Tenggara Timur Bobby Lianto menjadi momen yang tidak sekadar penuh kehangatan, tetapi juga menyimpan pesan besar tentang masa depan generasi muda Nusa Tenggara Timur.

Dalam perjalanan kunjungan ke sejumlah negara Eropa, mulai dari Paris, Switzerland hingga Munich, Bobby Lianto memang membawa misi memperkenalkan berbagai produk unggulan asal NTT ke pasar internasional. Namun di sela perjalanan itu, ia menyempatkan diri bertemu dengan para lulusan program pendidikan vokasi KADIN Institute bersama HEY (Habibie Education Youth) dalam program Berufsschule und Ausbildung — sebuah program pendidikan vokasi sambil bekerja di Jerman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Bobby Lianto, pembangunan daerah tidak cukup hanya melalui infrastruktur dan investasi. Masa depan NTT, menurutnya, juga harus dibangun lewat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, sejak awal memimpin KADIN NTT, ia mendorong lahirnya KADIN Institute sebagai wadah pendidikan dan pelatihan vokasi bagi generasi muda.

Melalui kerja sama dengan HEY, program tersebut membuka akses kursus bahasa Jerman, pelatihan budaya kerja Eropa, hingga kesempatan belajar dan bekerja langsung di Jerman. Pada angkatan pertama saja, lebih dari 30 peserta mengikuti program tersebut, dan belasan di antaranya kini telah tinggal dan bekerja di berbagai kota di Jerman.

Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, Intan Riwu dan Yuliana Nesia Angelina

Salah satu kisah yang paling menyentuh datang dari Intan Riwu, gadis 19 tahun asal Sabu, putri dari Barnabas Riwu dan Dorkas Riwu. Lulusan SMA Kristen Citra Bangsa Kupang itu kini telah lebih dari satu tahun tinggal di Jerman. Dengan penuh semangat, Intan menceritakan bagaimana hidupnya berubah sejak mengikuti program KADIN Institute.

Kini, Intan bekerja di Therme Erding, salah satu wahana pemandian air panas terbesar dan paling terkenal di Jerman yang berada sekitar 45 menit dari Munich. Tempat wisata keluarga itu setiap musim liburan dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Eropa.

Meski mengakui ritme kerja di Jerman cukup melelahkan, Intan merasa semua perjuangan itu terbayar. Dari penghasilannya, ia mampu menabung sekaligus rutin mengirim uang kepada orang tuanya di NTT setiap bulan.

Lebih dari itu, kehidupan di Eropa membuka cakrawala baru bagi Intan. Dari hasil tabungannya, ia bahkan sudah dapat mengunjungi sejumlah negara seperti Italy, France hingga Monaco, selain menjelajahi berbagai kota di Jerman.

Di hadapan Bobby Lianto dan istrinya, Yuliana Nesya Angelina, Intan menyampaikan rasa syukur karena kesempatan tersebut telah mengubah jalan hidupnya. Dari seorang anak muda asal daerah kepulauan di NTT, kini ia mampu berdiri sejajar dengan generasi muda dunia lainnya.

Bobby Lianto menilai, pengalaman seperti yang dialami Intan harus menjadi inspirasi bagi anak-anak muda NTT lainnya agar tidak takut bermimpi besar.

“Setelah menyelesaikan program Ausbildung selama dua tahun, mereka akan memperoleh sertifikat yang membuka peluang kerja lebih baik di masa depan,” ujar Bobby.

Menurutnya, pengiriman generasi muda NTT untuk belajar dan bekerja di luar negeri bukan hanya soal pekerjaan semata. Lebih dari itu, program tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk membangun pola pikir yang lebih maju, terbuka, disiplin, dan mandiri.

Di tengah tantangan lapangan kerja yang semakin kompetitif, kisah Intan Riwu menjadi bukti bahwa anak-anak muda dari daerah seperti Sabu, Kupang, dan berbagai pelosok NTT memiliki kesempatan yang sama untuk sukses di tingkat global, asalkan memperoleh akses pendidikan, pelatihan, dan keberanian untuk mencoba.

Kisah dari Marienplatz itu akhirnya bukan sekadar cerita perjalanan di Eropa. Ia menjadi simbol harapan baru bagi NTT — bahwa generasi mudanya mampu menembus batas dunia dan kembali membawa perubahan bagi daerahnya.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.