Emanuel Melkiades Laka Lena, Warna dan Harapan Baru Perubahan NTT

Sabtu, 15 Juli 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melki Laka Lena (baju kuning)

Melki Laka Lena (baju kuning)

Melki Laka Lena (baju kuning)

Kupang-infontt.com,- Konstestasi demokrasi yang terjadi saat ini menjadi menarik untuk dicermati melihat bermunculannya calon pemimpin di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari kaum muda, salah satunya Emanuel Melkiades Laka Lena dari Partai Golkar. Tentunya harapan yang diinginkam oleh para calon pemilih dengan adanya kaum muda dalam kontestasi demokrasi adalah gagasan dan ide yang inovatif dalam pembangunan daerah. Hal tersebut tentunya dapat dimulai dari metode penyampaian, penampilan, sampai isi gagasan yang diusung.

Jika kita melihat mengenai metode penyampaian tidak salah nampaknya jika kita membahas bagaimana pemimpin muda ini (Melki Laka Lena) yang merupakan seorang komunikator yang baik semenjak gong Pilkada dibunyikan. Memulai gagasan dengan membuat sayembara AYO BANGUN NTT yang cukup melekat sampai saat ini. Dalam kegiatan Sayembara AYO BANGUN NTT tersebut Melki Laka Lena menyampaikan sebuah harapan dan gagasan yang mampu menjadikan NTT kedepannya sebagai sebuah Provinsi penuh harapan bagi masyarakatnya.

Melihat secara cermat, kegiatan  tersebut tercermin bahwa dari kemampuan yang dimiliki kemudian digabungkan dengan gagasan yang cukup kreatif, sampai pada akhir Sayembara tersebut disampaikan kreativitas dan inovasi yang sebenarnya dimiliki oleh kaum muda NTT.  Kegiatan ini juga mengambarkan visi dan tujuan dari Melki Laka Lena sudah cukup jelas.  Dalam kegiatan tersebut, Bakal calon Gubernur NTT dari Golkar ini Sekaligus menyampaikan perubahan-perubahan kecil yang saat ini peserta kegiatan buat. Apalagi kegiatan ini dikemas dengan ringan dan bisa diikuti oleh semua kalangan. Konteks kegiatan juga tidak bertele-tele menjadi kekuatan dalam penyampaian ide dan gagasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jabaran diatas merupakan sebuah cara dan metode kerja dari Melki Laka Lena yang cukup cerdas, tidak melakukan kerja kotor melainkan mengajak para pemuda untuk dapat menerima gagasan yang dibawa oleh dirinya. Inilah perbedaan dalam pola kerja Melki Laka Lena dengan figur pemimpin lainnya. Melki menyampaikan gagasan dan yang paling penting yaitu misi yang akan diusung dalam pembangunan daerah kedepan.

Hadirnya pemimpin muda, Melki Laka Lena dalam kontestasi demokrasi seharusnya dapat memberikan warna dalam penyampaian gagasan. Memiliki kreativitas penyampaian yang mudah dimengerti, rigit dan solutif. Perlu diingat bahwa munculnya Melki Laka Lena dalam Pilkada Gubernur NTT, tentunya membawa harapan baru untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Bagi Melki Laka Lena, sangat disayangkan jika dalam pertempuran gagasan dan metode kampanye para pemimpin muda masih menggunakan metode konvensional.

Partisipasi politik dalam kontestasi pilkada merupakan elemen dasar dari sebuah rezim demokrasi. Salah satu sifat dasar dari demokrasi adalah adanya kompetisi secara bebas antara elit untuk dapat memperebutkan dukungan warga. Jika gagal dalam metode penyampaian maka akan berpengaruh sangat besar dampaknya terhadap dukungan yang akan diberikan oleh warga. Efektifitas komunikasi dalam meningkatkan partisipasi politik sangat penting dalam era demokrasi. Selain itu, masyarakat menengah keatas merupakan pemilih rasional yang mana, mereka akan menentukan pilhan kepada calon yang memiliki gagasan untuk dapat menyelesaikan permasalahan daerah. (Chris Bani)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.