Gubernur NTT Jajaki Pengembangan Bioethanol Berbasis Komoditas Lokal

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT terima audiens bersama Tidal Bridge dan PT Pertamina Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Gubernur NTT terima audiens bersama Tidal Bridge dan PT Pertamina Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

KUPANG,- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai membuka pembahasan mengenai peluang pengembangan bioethanol berbasis komoditas lokal sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di daerah.

Pembahasan itu mengemuka dalam audiensi Pemerintah Provinsi NTT bersama Tidal Bridge dan PT Pertamina Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di ruang kerja Gubernur NTT. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur didampingi Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Bapperida Provinsi NTT.

Bioethanol menjadi salah satu peluang yang mendapat perhatian karena NTT memiliki sejumlah komoditas yang berpotensi menjadi bahan baku, antara lain tebu, singkong, jagung, sorgum, hingga jambu mete. Komoditas tersebut selama ini sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga ruang untuk meningkatkan nilai tambah di tingkat daerah masih terbuka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Provinsi NTT memandang pengembangan bioethanol tidak semata-mata sebagai agenda energi terbarukan. Jika dikembangkan melalui skema yang tepat, pengolahan bahan baku lokal di dalam daerah berpotensi menciptakan mata rantai ekonomi baru, mulai dari sektor pertanian, pengolahan, UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja.

Gubernur NTT menekankan pentingnya agar potensi komoditas daerah tidak berhenti pada aktivitas produksi dan penjualan bahan mentah. Hilirisasi diharapkan dapat membuat sebagian nilai ekonomi dari komoditas tersebut tetap berputar di NTT dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain pembahasan bioethanol, audiensi tersebut juga membahas peluang pengembangan Tidal Bridge Larantuka serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi sekolah-sekolah di NTT. Namun, pengembangan bioethanol menjadi salah satu isu strategis yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan potensi pertanian dan ekonomi masyarakat daerah.

Dalam audiensi itu hadir Direktur Utama PT Pertamina EBT John Anis, Manager Pengembangan Business Bayu Prabowo, serta tim teknis Andre Koreh. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan peluang kerja sama, dengan gagasan utama mendorong potensi lokal agar dapat diolah di NTT dan menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

FTZ Indonesia–Timor-Leste Jadi Peluang Besar, KADIN NTT Temui Gubernur Melki
PUPR NTT Perkuat Penanganan Pascagempa Manggarai, 25 Tandon Air Disalurkan
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:21

FTZ Indonesia–Timor-Leste Jadi Peluang Besar, KADIN NTT Temui Gubernur Melki

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:14

Gubernur NTT Jajaki Pengembangan Bioethanol Berbasis Komoditas Lokal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:04

PUPR NTT Perkuat Penanganan Pascagempa Manggarai, 25 Tandon Air Disalurkan

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi oleh AI

Budaya

Ketika perempuan membuka tanah, harapan pun dimulai

Kamis, 1 Okt 2026 - 00:12

Konten tidak bisa disalin.