Jaga Marwah Bhayangkara: Langkah Polda NTT Mengusut Dugaan Pemerasan

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Polda NTT

Foto Polda NTT

KUPANG,- Di tengah derasnya arus informasi yang beredar di ruang publik, setiap tudingan terhadap aparat penegak hukum selalu memantik perhatian. Bagi masyarakat, isu integritas polisi bukan sekadar kabar biasa, melainkan cermin kepercayaan pada negara.

Dalam konteks itulah respons cepat institusi menjadi penting. Ketika dugaan keterlibatan personel kepolisian dalam kasus pemerasan kasus Narkoba mencuat di Nusa Tenggara Timur, sorotan publik pun langsung tertuju pada langkah yang diambil pimpinan kepolisian daerah untuk memastikan kebenaran dan menjaga marwah institusi.

Kapolda NTT, Rudi Dharmoko, melalui Kepala Bidang Humas Polda NTT, Hendry Novika Chandra, menegaskan bahwa setiap informasi terkait dugaan tersebut tidak dibiarkan menggantung tanpa kejelasan. Ia memastikan bahwa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTT telah bergerak melakukan pendalaman terhadap laporan dugaan pelanggaran yang menyeret nama anggota kepolisian dalam penanganan perkara narkotika jenis poppers.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Realist resmi dari Polda NTT dikirimkan kepada sejumlah media. Dalam penjelasan tersebut, ditegaskan bahwa Bidpropam Polda NTT tengah memproses dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan kemungkinan penyalahgunaan wewenang oleh personel kepolisian.

Proses ini, menurut pihak humas, merupakan bagian dari mekanisme internal untuk memastikan setiap dugaan diperiksa secara objektif, transparan, dan sesuai prosedur.

Langkah administratif pun segera ditempuh. Pada Jumat, 13 Maret 2026, Bidpropam Polda NTT mengajukan pendapat serta saran hukum kepada Bidang Hukum (Bidkum) Polda NTT.

Tahapan ini merupakan bagian dari prosedur untuk menerbitkan Surat Keputusan Komisi Sidang—dokumen penting yang akan menjadi dasar digelarnya proses persidangan disiplin maupun sidang Kode Etik Profesi Polri.

Bagi institusi kepolisian, proses tersebut bukan sekadar formalitas. Ini adalah mekanisme yang menentukan apakah seorang anggota benar-benar melakukan pelanggaran atau tidak. Jika Surat Keputusan Komisi Sidang telah diterbitkan, Bidpropam Polda NTT memastikan akan segera menjadwalkan sidang disiplin maupun sidang kode etik terhadap anggota yang diduga terlibat.

Kombes Hendry menekankan bahwa proses tersebut merupakan bentuk keseriusan institusi dalam menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran internal. Dalam tubuh Polri, disiplin dan kode etik bukan sekadar aturan tertulis, tetapi menjadi fondasi moral yang menjaga kehormatan seragam Bhayangkara di mata masyarakat.

Lebih jauh, Polda NTT menegaskan komitmen bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota tidak akan ditoleransi. Melalui mekanisme disiplin maupun sidang kode etik profesi, institusi kepolisian berupaya memastikan bahwa kepercayaan publik tetap terjaga. Sebab pada akhirnya, di balik setiap kasus yang diperiksa, ada harapan masyarakat agar hukum tetap berdiri tegak, bahkan ketika yang diperiksa adalah aparat penegaknya sendiri.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Rabu, 23 September 2026 - 06:59

Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.