Kadis PUPR Dampingi Wagub NTT Perkuat Komitmen Damai dan Sumpah Adat di Adonara Timur

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai penandatanganan Komitmen Damai dan Sumpah Adat masyarakat di Adonara Timur.

Foto bersama usai penandatanganan Komitmen Damai dan Sumpah Adat masyarakat di Adonara Timur.

ADONARA — Perdamaian tidak selalu lahir dari ruang-ruang formal pemerintahan. Di tengah kehidupan masyarakat adat, perdamaian tumbuh dari kesadaran untuk kembali merajut persaudaraan, mengakhiri perbedaan, dan membangun kepercayaan. Semangat itulah yang terlihat dalam Penandatanganan Komitmen Damai dan Sumpah Adat masyarakat Dusun Lewonara, Desa Narasaoaina, dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Senin, 10 Agustus 2026.

Dalam momentum tersebut, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT turut mendampingi Wakil Gubernur NTT menghadiri prosesi yang berlangsung di Aula Pastoran Paroki Kristus Raja Waiwerang. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi penegasan bahwa upaya menjaga perdamaian di tengah masyarakat bukan semata urusan sosial, tetapi juga bagian penting dari agenda membangun daerah secara menyeluruh.

Penandatanganan komitmen damai dan sumpah adat tidak berhenti pada sebuah seremoni. Di baliknya terdapat pesan yang jauh lebih besar: masyarakat memilih untuk menjaga keamanan, menghormati satu sama lain, dan mengembalikan kehidupan bersama pada nilai-nilai persaudaraan. Komitmen tersebut menjadi pijakan moral agar setiap perbedaan tidak kembali berkembang menjadi konflik yang merusak hubungan sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi pemerintah, suasana damai merupakan modal penting dalam menjalankan pembangunan. Pemerintah membutuhkan masyarakat yang aman dan kondusif agar pelayanan publik dapat berjalan optimal, program pembangunan dapat dilaksanakan tanpa hambatan, dan berbagai fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di sinilah peran Dinas PUPR menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pembangunan infrastruktur bukan sekadar menghadirkan jalan, jembatan, irigasi, maupun fasilitas publik lainnya. Infrastruktur adalah sarana yang menghubungkan masyarakat, membuka akses ekonomi, memperlancar mobilitas, dan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada warga.

Namun, infrastruktur yang baik membutuhkan lingkungan sosial yang baik pula. Jalan yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain akan kehilangan makna apabila masyarakat yang dilaluinya masih dibayangi pertentangan. Sebaliknya, ketika perdamaian tumbuh dan persaudaraan kembali kuat, pembangunan memiliki ruang yang lebih luas untuk menghadirkan perubahan dan meningkatkan kesejahteraan.

Karena itu, kehadiran Kadis PUPR mendampingi Wakil Gubernur NTT dalam momentum tersebut membawa pesan bahwa pembangunan NTT harus berjalan beriringan dengan penguatan kehidupan sosial masyarakat. Infrastruktur dan perdamaian bukan dua hal yang terpisah, melainkan dua fondasi yang saling menguatkan dalam membangun daerah yang maju, aman, dan berkelanjutan.

Dari Adonara Timur, pesan itu kembali ditegaskan: pembangunan tidak hanya tentang apa yang dibangun, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga apa yang telah dibangun bersama. Dengan komitmen damai, sumpah adat, dan semangat persaudaraan, pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan menjaga NTT sebagai rumah bersama—tempat pembangunan tumbuh, persaudaraan terawat, dan masa depan disiapkan bersama.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.