Kementerian PU Bergerak, Rp910 Miliar Disiapkan untuk Pemulihan Flores

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PU pimpin rapat koordinasi penanganan infrastruktur pasca Gempa Flores yang dihadiri oleh Gubernur NTT di Kabupaten Sikka.

Menteri PU pimpin rapat koordinasi penanganan infrastruktur pasca Gempa Flores yang dihadiri oleh Gubernur NTT di Kabupaten Sikka.

SIKKA — Pemerintah mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan anggaran sekitar Rp810 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta Rp100 miliar untuk penanganan tanggap darurat.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Pos Komando Tanggap Darurat Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026) malam, yang diikuti Menteri PU Dody Hanggodo, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan jajaran pemerintah daerah.

Kerusakan akibat gempa tergolong serius. Hingga Minggu, tercatat 3.942 rumah warga rusak, terdiri atas 854 rumah rusak berat, 824 rusak sedang dan 2.264 rusak ringan. Gempa juga berdampak pada sekolah, fasilitas kesehatan, gedung pemerintahan, rumah ibadah, jaringan air bersih, sanitasi, jalan hingga jembatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 21 kecamatan terdampak, dengan sekitar 352 ribu jiwa merasakan dampak bencana. Kondisi tersebut membuat percepatan pemulihan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Dalam rapat tersebut, pemerintah mendorong perhatian khusus terhadap jalur utara Flores, terutama ruas yang menghubungkan Nagekeo, Ende dan Sikka. Jalur tersebut dinilai sangat vital karena menjadi akses utama mobilisasi bantuan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat selama masa pemulihan.

Kementerian PU menyiapkan anggaran sekitar Rp810 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi 155 kilometer jalan yang terdampak. Selain itu, sekitar Rp100 miliar dialokasikan untuk mendukung kebutuhan penanganan tanggap darurat di wilayah terdampak.

Pemerintah juga mendorong percepatan asesmen terhadap bangunan publik, terutama kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan dan sekolah. Asesmen rumah warga turut dipercepat dengan melibatkan tenaga ahli, mahasiswa serta tenaga terlatih yang dapat diberikan pelatihan singkat untuk membantu proses pemeriksaan di lapangan.

Selain infrastruktur jalan dan bangunan, pemerintah memberi perhatian terhadap kebutuhan hunian warga. Pembangunan hunian sementara (huntara) didorong bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat agar tidak terlalu lama bertahan di tenda pengungsian dan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Khusus di Pulau Palue, kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak. Banyak bak penampungan air hujan mengalami keretakan akibat gempa sehingga distribusi air minum harus segera diperkuat.

Pemerintah menegaskan penanganan pascagempa harus dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinasi. Selain memastikan keselamatan warga, pembukaan kembali akses transportasi dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian penting untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Flores.(*Chris)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.