Kritik Pedas untuk Gubernur NTT: Tidak Jujur dan Dugaan Sembunyikan Data Stunting

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD NTT Fraksi PDIP, Nelson Matara.

Anggota DPRD NTT Fraksi PDIP, Nelson Matara.

Kupang,- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiedes Laka Lena, dinilai tidak jujur kepada masyarakat NTT lewat data stunting yang dibeberkan saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT, Jumat (20/2/2026).

Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Nelson Matara, mengungkapkan kekecewaannya atas pidato Gubernur yang dianggap tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.

Nelson Matara menyatakan program Pemerintah Provinsi NTT tidak sinkron dengan program nasional atau Program Pemerintah Pusat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mempertanyakan data stunting yang disampaikan Gubernur, yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataan. “Pidato Gubernur sangat luar biasa, tapi data stunting Gubernur sembunyikan. Selain itu dampak dari program Nasional tidak tercover dalam pidato gubernur,” ungkap Nelson Matara.

Nelson juga menyoroti soal data perikanan dan pertanian, yang dianggap tidak mencerminkan keadaan sebenarnya. Ia menyatakan bahwa produksi pertanian naik, tapi daya belinya kurang sehingga petani dan nelayan tetap miskin.

“Itu artinya tidak matching. Oleh karena itu Gubernur harus jujur mengatakan kepada rakyat Nusa Tenggara Timur menyangkut data-data,” tegas Nelson Matara.

Namun, Nelson Matara tetap meminta Gubernur untuk transparan dan jujur dalam menyampaikan data kepada masyarakat. Ia berharap Gubernur dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas data yang disampaikan kepada masyarakat.

Gubernur Melki Laka Lena membela diri dengan menyatakan bahwa data yang disampaikannya adalah data valid yang bisa dipertanggung jawabkan. “Data yang pemerintah pakai merupakan data yang berasal dari Badan Pusat Statistik,” kata Laka Lena.

Dalam pidatonya, Gubernur Melki Laka Leni menjelaskan bahwa presentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 17.50 persen atau sebanyak 1.031.690 orang. Jumlah ini turun sebesar 1,52 persen poin dibandingkan dengan September 2024 yang sebesar 19.02 persen.

Kontroversi data stunting di NTT ini menunjukkan bahwa masih ada perbedaan pandangan antara Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD Provinsi NTT. Semoga perbedaan ini dapat diselesaikan dengan transparansi dan kejujuran.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Rabu, 23 September 2026 - 06:59

Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.