Menjaga Harapan di Ujung Negeri: Keteguhan CV Gwensa Menyelesaikan Irigasi Netemnanu

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMFOANG,- Proyek Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi D.I. Netemnanu di Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, menjadi salah satu pembangunan yang paling dinantikan masyarakat perbatasan. Bagi warga dan para petani di wilayah tersebut, keberadaan air irigasi bukan sekadar kebutuhan biasa, melainkan sumber kehidupan yang menentukan keberlangsungan sawah dan hasil panen mereka setiap musim.

Pekerjaan rehabilitasi yang mulai berjalan sejak tahun 2024 itu sempat mengalami hambatan di lapangan. Namun, semangat untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat tidak pernah berhenti. Memasuki tahun 2025, proyek kembali dilanjutkan dengan target penyelesaian yang jelas agar kebutuhan air bagi masyarakat petani di wilayah perbatasan RI–Timor Leste tetap dapat terpenuhi secara optimal.

Program rehabilitasi ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Nusa Tenggara II. Kehadiran proyek tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sektor pertanian dan irigasi di wilayah perbatasan tetap menjadi prioritas penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah proses pembangunan itu, CV GWENSA hadir sebagai salah satu pihak pelaksana yang menangani Paket II pekerjaan rehabilitasi. Perusahaan konstruksi lokal asal Kota Kupang tersebut menunjukkan komitmen dan tanggung jawab yang kuat dalam menyelesaikan pekerjaan meskipun menghadapi berbagai tantangan teknis dan kondisi lapangan yang tidak mudah.

Sebagai perusahaan yang telah memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) konstruksi, CV GWENSA membuktikan bahwa perusahaan lokal Nusa Tenggara Timur mampu bekerja secara profesional dan menjaga kualitas pekerjaan. Perusahaan yang beralamat di Jalan Samratulangi IV, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang itu terus memperlihatkan keseriusannya untuk menyelesaikan proyek demi kepentingan masyarakat luas.

Hal yang paling mendapat perhatian dan apresiasi masyarakat adalah langkah kepedulian yang dilakukan pihak kontraktor selama proses pekerjaan berlangsung. Saat proyek belum sepenuhnya rampung, CV GWENSA tidak tinggal diam melihat kebutuhan petani terhadap air irigasi. Pihak kontraktor bahkan membuat alternatif saluran irigasi sementara agar sawah masyarakat tetap dapat dialiri air sembari menunggu pekerjaan utama selesai dikerjakan.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa proyek ini tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan konstruksi semata, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Kepedulian itu memberi harapan besar bagi para petani yang selama ini menggantungkan kehidupan mereka pada keberadaan air untuk menghidupi lahan pertanian.

Kini, setelah melalui proses panjang dan penuh perjuangan, proyek rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi D.I. Netemnanu Hampir rampung dan mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Air kembali mengalir ke area persawahan, sementara para petani mulai menikmati dampak positif dari pembangunan yang telah lama mereka nantikan.

Keberhasilan proyek ini tentu tidak terlepas dari dukungan dan pengawasan Balai Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Nusa Tenggara II yang dinilai sangat luar biasa dalam mengawal jalannya pekerjaan. Di bawah koordinasi PPK Yan Tampani, proyek ini dapat berjalan hingga tuntas dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

CV GWENSA pun dinilai berhasil menunjukkan bahwa komitmen dan tanggung jawab adalah bagian penting dari sebuah pekerjaan. Dalam kondisi apa pun, perusahaan tersebut tetap berupaya menyelesaikan kewajibannya hingga proyek benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Kini, ketika air kembali menghidupi sawah-sawah di Netemnanu, masyarakat pun ikut merasakan bahwa perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil yang nyata.

Tulisan dan dokumentasi foto dalam pemberitaan ini diperoleh tim media pada Senin pagi, 8 Juni 2026, langsung dari lokasi proyek rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi D.I. Netemnanu di Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Rabu, 23 September 2026 - 06:59

Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.