Mimpi Besar Gubernur NTT Bersama Pordasi Lewat Arena Pacuan Kuda

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT bertemu dan berdiskusi langsung dengan pengurus Pordasi NTT.

Gubernur NTT bertemu dan berdiskusi langsung dengan pengurus Pordasi NTT.

KUPANG,- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmennya mendukung penuh penyelenggaraan Piala Gubernur Pacuan Kuda yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.

Dukungan tersebut disampaikan Melki saat bertemu dengan pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), Selasa (24/3/2026) di kediaman Ketua Pordasi NTT, Jerry Manafe.

Pertemuan ini sekaligus menjadi penegasan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong olahraga berkuda sebagai penggerak ekonomi sekaligus prestasi olahraga di wilayah NTT.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melki menegaskan, penyelenggaraan event olahraga tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata. Ia menyebut tiga indikator utama keberhasilan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi.

“Setiap event olahraga harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dari sisi prestasi maupun perputaran ekonomi,” ujarnya.

Menurut dia, pacuan kuda merupakan olahraga yang memiliki basis penggemar luas di NTT, tetapi membutuhkan biaya besar dan pengelolaan profesional. Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas.

Selain itu, Melki juga menekankan pentingnya kesiapan atlet lokal agar mampu bersaing di kandang sendiri.

“Kita harus siapkan atlet daerah agar bisa juara. Jangan sampai hanya jadi tuan rumah, tetapi pemenangnya dari luar,” kata dia.

Dari sisi ekonomi, Melki menilai event pacuan kuda berpotensi mendorong perputaran uang dalam jumlah besar. Ia meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta generasi muda dilibatkan secara aktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Event seperti ini harus menggerakkan ekonomi masyarakat, termasuk UMKM dan anak-anak muda,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana menjadikan Piala Gubernur sebagai agenda tahunan yang digelar secara bergilir di berbagai wilayah di NTT, seperti Timor Tengah Utara, Flores, Sumba, hingga Rote, agar dampaknya dirasakan merata.

Di sisi lain, Melki menyoroti adanya dualisme kepengurusan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia di tingkat daerah yang dinilai menghambat pengembangan olahraga berkuda. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan pengurus pusat untuk menyatukan organisasi tersebut.

“Kita harus bersatu. Semua ini pecinta kuda, jadi kekuatan kita harus disatukan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pordasi NTT, Jerry Manafe, menyambut baik dukungan pemerintah daerah. Ia menilai momentum ini penting untuk menghidupkan kembali kejayaan pacuan kuda di wilayah Timor yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

“Di Timor sebenarnya banyak lapangan pacuan, tetapi aktivitasnya menurun karena minim dukungan. Berbeda dengan Sumba yang masih konsisten,” ujarnya.

Menurut Jerry, Piala Gubernur Pacuan Kuda pernah menjadi ajang besar yang melibatkan banyak daerah, namun sempat terhenti akibat berbagai faktor, termasuk dinamika nasional.

Untuk pelaksanaan tahun 2026, Pordasi menargetkan partisipasi dari seluruh kabupaten/kota di NTT, serta peserta dari Timor Leste dan Nusa Tenggara Barat. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya biaya transportasi dan logistik kuda.

“Kuda membutuhkan biaya besar untuk transportasi dan perawatan. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan, termasuk untuk hadiah dan jaminan peserta,” katanya.

Ia menambahkan, sekitar 12 kelas lomba akan dipertandingkan, mulai dari kelas pemula hingga elit. Ajang ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Dengan dukungan pemerintah daerah, Pordasi optimistis Piala Gubernur Pacuan Kuda 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga berkuda, penggerak ekonomi, serta pemersatu komunitas di NTT.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.