Kupang,- Pemerintah Kabupaten Kupang mulai memperkuat strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mencari dan mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan baru yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
Langkah tersebut dibahas Bupati Kupang Yosef Lede saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kupang di Kantor Bapenda, Senin (24/8/2026).
Dalam rapat yang diikuti seluruh jajaran ASN Bapenda tersebut, Yosef menegaskan bahwa penguatan PAD menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, semakin optimal potensi pendapatan yang dikelola pemerintah daerah, semakin besar pula ruang fiskal untuk membiayai program pembangunan dan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Yosef meminta Bapenda tidak hanya berfokus pada sumber pendapatan yang selama ini sudah berjalan, tetapi mulai melakukan pemetaan terhadap potensi-potensi baru.
Kabupaten Kupang, kata dia, memiliki peluang ekonomi yang cukup besar dari sektor pariwisata, pertanian, perikanan, perdagangan hingga pemanfaatan aset daerah yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan secara profesional dan terukur.
“Kita tidak boleh terus-menerus hanya mengandalkan bantuan dari pusat. Kabupaten Kupang punya potensi yang besar dari pariwisata, pertanian, perikanan, perdagangan, hingga pengelolaan aset daerah. Semua itu harus kita kelola dengan profesional, transparan, dan berintegritas, agar hasilnya kembali untuk rakyat,” tegas Yosef.
Selain menggali sumber baru, Bupati juga mendorong pembenahan sistem pengelolaan pendapatan daerah. Peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak dan retribusi, penguatan pengawasan untuk mencegah kebocoran, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembayaran dan pelaporan dinilai penting untuk membuat pengelolaan pendapatan lebih efektif, efisien dan transparan.
Sejumlah potensi turut menjadi perhatian, termasuk optimalisasi pajak dan retribusi sektor pariwisata, pemanfaatan aset daerah yang memiliki nilai ekonomi serta pengembangan potensi destinasi wisata seperti Pulau Semau.
Pemerintah juga akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat agar kesadaran membayar pajak dan retribusi tumbuh sebagai bagian dari kontribusi bersama dalam pembangunan daerah.
“Bukan berarti kita ingin membebani rakyat, justru kita ingin memastikan setiap potensi dikelola dengan benar, setiap orang berkontribusi sesuai kemampuannya, dan hasilnya kita kembalikan untuk membangun daerah ini bersama-sama,” kata Yosef.
Ia pun meminta seluruh jajaran Bapenda bekerja dengan integritas dan tanggung jawab karena setiap penerimaan daerah merupakan amanah masyarakat. Rapat tersebut menjadi langkah awal Pemkab Kupang untuk menyusun strategi yang lebih terarah dalam memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.***









