Po’uk untuk Guru, Harapan untuk Masa Depan

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lulusan SD I Nekmese 2025/2026, Guru Kelas 6 & Kepala Sekolah; ft: Trini

Lulusan SD I Nekmese 2025/2026, Guru Kelas 6 & Kepala Sekolah; ft: Trini

Hari-hari sekolah biasanya berlalu dalam kesederhanaan. Ada pelajaran yang diajarkan, tugas yang diperiksa, nasihat yang diulang berkali-kali, dan doa-doa yang diam-diam dipanjatkan untuk masa depan anak-anak. Tidak selalu ada tanda terima kasih yang terlihat. Tidak selalu ada kata-kata yang terucap. Namun tahun ini, di tengah sukacita kelulusan, tumbuh sebuah keindahan yang lahir dari hati masyarakat sendiri.

Tanpa sepengetahuan para guru dan kepala sekolah, para orang tua murid bersepakat memberikan dua helai kain tenun kecil yang disebut po’uk. Benda itu mungkin sederhana dalam ukuran, tetapi tidak sederhana dalam makna. Dalam setiap benang yang terjalin terdapat penghormatan kepada mereka yang telah menenun pengetahuan, membimbing karakter, dan menemani langkah anak-anak hingga tiba di gerbang kelulusan. Po’uk itu bukan sekadar hadiah; ia adalah bahasa budaya yang berkata, “Kami tidak lupa.”

Kepada para murid yang hari ini dinyatakan lulus, selamat menapaki jalan yang lebih luas. Kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan sebuah pintu menuju cakrawala yang lebih jauh. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari kisah sekolah ini. Jika selama belajar ada teguran yang terasa keras, aturan yang terasa membatasi, atau tugas yang terasa memberatkan, percayalah bahwa semuanya lahir dari harapan agar kalian bertumbuh menjadi manusia yang kuat, bijaksana, dan berguna bagi sesama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada para guru dan kepala sekolah, terimalah penghormatan ini dengan rendah hati. Apa yang telah dikerjakan mungkin tidak sempurna. Karena itu, atas segala kekurangan dalam mendidik, melayani, dan mendampingi anak-anak, kiranya ada ruang maaf yang lapang dari orang tua dan para murid. Sebaliknya, para guru pun memohon maaf jika dalam perjalanan pendidikan terdapat kata-kata yang kurang berkenan atau perhatian yang belum sepenuhnya menjangkau setiap anak.

Kepada para orang tua dan pengurus komite sekolah, terima kasih karena telah berjalan bersama sekolah dalam semangat gotong royong. Pendidikan yang baik tidak pernah lahir dari kerja satu pihak. Ia tumbuh dari tangan-tangan yang saling menopang: keluarga yang mendidik di rumah, guru yang membimbing di sekolah, komite yang menguatkan, dan masyarakat yang menjaga nilai-nilai kehidupan.

Akhirnya, harapan terbesar kita bukanlah sekadar melihat anak-anak lulus hari ini, melainkan melihat mereka terus bersekolah setinggi mungkin. Terbanglah jauh untuk mencari ilmu, tetapi jangan tercerabut dari akar budaya yang telah membesarkanmu. Ingatlah selalu tanah kelahiran, bahasa ibu, nilai-nilai leluhur, dan kasih keluarga yang menyertaimu. Semoga kelak kalian kembali sebagai generasi yang membawa terang bagi kampung, gereja, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Selamat kepada para lulusan. Terima kasih kepada para guru. Hormat kepada para orang tua dan komite sekolah. Dan kepada dua helai po’uk yang sederhana itu, biarlah ia menjadi penanda bahwa kasih, penghargaan, dan pendidikan akan selalu menemukan jalannya untuk dikenang.

 

Penulis: Heronimus Bani~Pemulung Aksara

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.