KUPANG,- Pembangunan infrastruktur perikanan tidak sekadar berbicara tentang berdirinya sebuah bangunan, tetapi juga tentang bagaimana investasi pemerintah mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Di tengah agenda pembangunan Kabupaten Kupang, PT Sarjis Agung Indra Jaya dipercaya mengerjakan proyek pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, dengan nilai anggaran lebih dari Rp22 miliar.
Kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek strategis Pemerintah Kabupaten Kupang yang dibiayai melalui APBD II Tahun Anggaran 2026. PT Sarjis Agung Indra Jaya ditetapkan sebagai kontraktor pelaksana, sedangkan pengawasan pekerjaan dipercayakan kepada CV Moment Engineering Konsultan.
Peletakan batu pertama pembangunan TPI Noelbaki dilakukan oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, pada Jumat (16/10/2026). Momentum ini menandai dimulainya tahapan pembangunan fasilitas yang diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi perikanan sekaligus membuka ruang pengembangan kawasan pesisir yang lebih produktif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi pemerintah daerah, kehadiran TPI Noelbaki diproyeksikan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menjadi tempat bongkar muat dan transaksi hasil tangkapan nelayan. Fasilitas tersebut juga dirancang untuk dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata baru di Kabupaten Kupang. Dengan demikian, pembangunan ini diharapkan dapat mempertemukan kepentingan sektor perikanan, perdagangan, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi lokal dalam satu kawasan.
“ Tentu tempat ini nantinya bisa menjadi tempat wisata juga. Bukan hanya tempat bongkar-muat ikan, tapi tempat wisata juga,” ujar Bupati Yosef Lede.
Visi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan proyek. Dengan nilai investasi lebih dari Rp22 miliar, pembangunan TPI Noelbaki membutuhkan pengerjaan yang terencana, ketelitian teknis, serta pengawasan yang konsisten agar hasil akhirnya sesuai dengan peruntukan fasilitas. Kualitas konstruksi menjadi faktor penting karena infrastruktur perikanan harus mampu menunjang aktivitas operasional sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang menggunakannya.
Keberadaan fasilitas kesehatan seperti RSUD di sekitar kawasan turut menjadi bagian dari konteks pengembangan wilayah yang disoroti pemerintah daerah. Penataan kawasan secara terintegrasi diharapkan menciptakan manfaat yang lebih luas, termasuk mendorong aktivitas ekonomi, memperkuat potensi penerimaan daerah, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Bagi PT Sarjis Agung Indra Jaya, pelaksanaan proyek ini merupakan tanggung jawab yang menuntut kesesuaian antara perencanaan, spesifikasi teknis, mutu pekerjaan, dan ketentuan kontrak. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari rampungnya bangunan secara fisik, tetapi juga dari kemampuan fasilitas tersebut menjalankan fungsi sebagaimana direncanakan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kupang berharap pembangunan TPI Noelbaki berjalan sesuai prosedur, memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, serta memberikan dampak ekonomi nyata, terutama bagi para nelayan. Pada akhirnya, nilai strategis proyek ini akan terlihat dari sejauh mana investasi daerah mampu menghadirkan fasilitas yang berkualitas, menggerakkan aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kupang.***









