KUPANG,- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat dukungan terhadap masyarakat Kabupaten Manggarai yang terdampak gempa bumi dengan memastikan kebutuhan dasar, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Menindaklanjuti arahan Gubernur NTT terkait perpanjangan masa tanggap darurat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT kembali turun ke lapangan. Pada 21–27 September 2026, Dinas PUPR NTT menyalurkan 25 unit tandon air lengkap dengan selang kepada warga di sejumlah wilayah terdampak.
Kepala Dinas PUPR NTT, Ir. Benyamin Nahak, M.T., mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih di tengah kondisi pascabencana. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, selama masa tanggap darurat dan pemulihan, pemerintah harus memastikan kebutuhan tersebut tetap tersedia bagi warga terdampak,” kata Benyamin.
Penyaluran bantuan dilakukan pada 12 titik di enam kecamatan. Rinciannya, tiga unit tandon disalurkan di Kecamatan Ruteng, enam unit untuk wilayah Kecamatan Cibal dan Cibal Timur, serta empat unit di Kecamatan Reok Barat. Sementara itu, 12 unit lainnya disalurkan melalui posko BNPB yang berada di Reo, Wae Ri’i, dan Cancar untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Benyamin menegaskan, penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, pemerintah desa, BNPB dan unsur terkait lainnya. Karena itu, koordinasi di lapangan terus diperkuat agar bantuan yang disalurkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan digunakan secara optimal.
“Pemerintah hadir untuk memastikan proses pemulihan berjalan dan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada warga, pemerintah desa dan BNPB yang telah bekerja sama dengan baik di lapangan,” ujar Benyamin.
Menurutnya, dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat akan terus menjadi bagian penting dalam penanganan dampak gempa di Manggarai.***









