Sekda Teldi Sanam: Pacuan Kuda Bupati Cup XIII Jadi Ajang Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Senin, 19 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan trophy juara Pacuan Kuda Bupati Kupang Cup XIII Tahun 2026.

Penyerahan trophy juara Pacuan Kuda Bupati Kupang Cup XIII Tahun 2026.

KUPANG,- Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, menegaskan pentingnya menjadikan pacuan kuda bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang pembinaan atlet, pelestarian kuda Timor, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Penegasan itu disampaikannya saat menutup secara resmi Pacuan Kuda Bupati Kupang Cup XIII Tahun 2026 di Lapangan Pacuan Kuda Lifubatu, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Minggu (18/10/2026) sore.

Menurut Mateldius, kompetisi yang berlangsung selama lima hari, sejak 14 Oktober 2026, memiliki arti strategis bagi pengembangan olahraga berkuda di Kabupaten Kupang. Ajang ini menjadi kesempatan untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial sekaligus menguji kemampuan joki, pelatih, dan kuda pacu lokal dalam persaingan yang kompetitif. Karena itu, pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dinilai penting agar potensi daerah dapat berkembang menjadi prestasi di tingkat regional maupun nasional.

“Turnamen ini menjadi ruang penjaringan bibit atlet potensial sekaligus ajang uji tanding yang kompetitif bagi para joki, pelatih, dan kuda pacu lokal. Pembinaan harus terus dilakukan agar atlet dan kuda pacu kita mampu bersaing pada tingkat regional maupun nasional,” ujar Mateldius dalam sambutan penutupan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menempatkan penyelenggaraan Bupati Kupang Cup XIII dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia dan olahraga daerah. Menurutnya, semangat kompetisi harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas atlet serta memperkuat kesiapan Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Dengan demikian, pacuan kuda diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari proses panjang membangun prestasi olahraga yang mampu mengharumkan nama daerah.

Di luar arena pertandingan, Mateldius menilai pacuan kuda memiliki nilai penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah membuka peluang bagi aktivitas ekonomi warga, sekaligus memperkuat posisi pacuan kuda sebagai tradisi yang memiliki daya tarik olahraga dan pariwisata. Sebanyak 110 ekor kuda mengikuti tujuh kelas pertandingan, dengan peserta berasal dari Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Timor Tengah Utara, Malaka, Belu, hingga Timor Leste.

Ketua PORDASI Kabupaten Kupang, Dr. Ir. Gustaf Oematan, sejalan dengan pandangan tersebut. Ia menyebut pacuan kuda sebagai potensi daerah yang dapat mempertemukan kepentingan olahraga, pariwisata, pelestarian tradisi, dan pemulihan ekonomi. PORDASI Kabupaten Kupang bahkan berencana mengintegrasikan penyelenggaraan tahun berikutnya dengan festival budaya agar tradisi lokal semakin hidup dan lebih banyak wisatawan tertarik berkunjung. Dukungan pemerintah daerah untuk membenahi fasilitas arena juga dinilai penting guna menunjang penyelenggaraan kejuaraan dengan skala lebih besar.

Penutupan Bupati Kupang Cup XIII menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan pacuan kuda secara lebih terencana. Apresiasi disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kompetisi, mulai dari peserta, panitia, hingga unsur pemerintah dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PORDASI Provinsi NTT Jerry Manafe, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Saul Tameno, Asisten I Sekda Guntur Taopan, Kepala Dinas Dikpora Marthen Rahakbauw, perwakilan Polres Kupang, unsur TNI/Polri, pengurus PORDASI, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi yang terlihat di arena Lifubatu dapat ditindaklanjuti melalui pembinaan atlet, peningkatan kualitas kuda pacu, dan perbaikan fasilitas pertandingan.

Pesan Sekda Mateldius Sanam menjadi pengingat bahwa keberhasilan pacuan kuda tidak hanya diukur dari siapa yang keluar sebagai pemenang, tetapi juga dari sejauh mana ajang tersebut melahirkan atlet potensial, menjaga warisan budaya, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan pembinaan yang konsisten, pacuan kuda berpeluang menjadi salah satu kekuatan olahraga sekaligus identitas kebanggaan Kabupaten Kupang menjelang PON 2028.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dirreskrimsus Polda NTT Telusuri Rantai Distribusi Beras Ubur-Ubur, HET Jadi Perhatian
REI NTT Proyeksikan Kontribusi Ekonomi Rp100 Miliar per Tahun
Malam Pun Kerja!! PT Cahaya Berlian Jaya Abadi Berpacu Waktu di Jalan Ikan Foti
Usman Husin Desak Pelaku Penyelewengan 600 Ton Beras Ditindak Tegas
FESET USIF MA’NAI 2026, Upaya Kabupaten Kupang Merawat Sejarah dan Identitas Leluhur
Bupati Kupang Dorong Tenaga Kerja Lokal Kuasai Keterampilan Konstruksi Baja Ringan
Jejak Pengabdian Jerry Manafe untuk Golkar Berlanjut 
35 Tim Ramaikan Turnamen Futsal GAMKI Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 23:28

Dirreskrimsus Polda NTT Telusuri Rantai Distribusi Beras Ubur-Ubur, HET Jadi Perhatian

Jumat, 6 November 2026 - 22:29

REI NTT Proyeksikan Kontribusi Ekonomi Rp100 Miliar per Tahun

Jumat, 6 November 2026 - 15:57

Malam Pun Kerja!! PT Cahaya Berlian Jaya Abadi Berpacu Waktu di Jalan Ikan Foti

Kamis, 5 November 2026 - 04:39

Usman Husin Desak Pelaku Penyelewengan 600 Ton Beras Ditindak Tegas

Selasa, 3 November 2026 - 08:03

FESET USIF MA’NAI 2026, Upaya Kabupaten Kupang Merawat Sejarah dan Identitas Leluhur

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.