Langit merendah pelan,
seperti doa yang dilepas dari bibir ibu-ibu tua
di beranda rumah yang sunyi.
Biru yang belum sepenuhnya pergi
berpelukan dengan jingga yang baru saja lahir,
mencipta warna yang tak bisa dijelaskan—
hanya bisa dirasakan oleh hati yang sedang pulang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Angin menyentuh daun kelapa,
berbisik tentang hari yang letih
namun tak pernah sia-sia.
Di kejauhan, cahaya redup itu
seperti janji Tuhan yang tidak pernah tergesa,
datang diam-diam,
namun cukup untuk menenangkan segala gelisah.
Dan aku berdiri di antara terang dan gelap,
menyadari:
senja bukan tentang akhir,
melainkan tentang cara langit mengajarkan
bagaimana melepas dengan indah.
Heronimus Bani-Pemulung Aksara









