OELAMASI — Solidaritas antardaerah di Nusa Tenggara Timur kembali menguat setelah Pemerintah Kabupaten Kupang mengambil langkah konkret membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores.
Pemkab Kupang mengalokasikan dana hibah sebesar Rp500 juta sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan dan pemulihan pascabencana. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk ikut meringankan beban masyarakat di wilayah yang mengalami dampak gempa.
Bupati Kupang Yosef Lede mengatakan, bencana yang terjadi di Flores tidak dapat dipandang sebagai persoalan satu daerah semata. Menurutnya, masyarakat NTT memiliki ikatan sosial dan kemanusiaan yang kuat sehingga musibah di satu wilayah merupakan duka bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami merasa menjadi bagian dari keutuhan masyarakat NTT. Ketika ada saudara kita yang tertimpa bencana, tentu kami ikut merasakan duka dan terpanggil untuk membantu,” ujar Yosef Lede saat menyampaikan keterangan di Oelamasi, Rabu (19/8).
Pernyataan tersebut disampaikan Yosef Lede bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius Sanam, Asisten III Juardi Dikson Selan, serta Kepala Bank NTT Cabang Oelamasi Yohanis Eduar Hede. Kehadiran jajaran tersebut sekaligus menandai dimulainya gerakan solidaritas yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat.
Di luar dukungan melalui anggaran daerah, Pemkab Kupang juga menggagas “Gerakan Gaspol” atau Gerakan Sepuluh Ribu. Gerakan tersebut membuka ruang bagi ASN dan PPPK di lingkungan Pemkab Kupang untuk berkontribusi secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Flores yang sedang menghadapi masa sulit.
Langkah solidaritas itu diperluas melalui kerja sama dengan Bank NTT. Pemkab Kupang menyiapkan dompet peduli bencana yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk memberikan bantuan, baik berupa dana maupun kebutuhan logistik bagi para penyintas.
Penggalangan bantuan direncanakan berlangsung selama satu bulan, sejalan dengan periode tanggap darurat bencana. Bantuan yang terkumpul nantinya akan dihimpun dan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah-daerah yang terdampak.
Bagi Yosef Lede, bantuan tersebut bukan semata-mata soal nilai nominal, melainkan pesan bahwa masyarakat NTT tidak berjalan sendiri ketika menghadapi bencana. Ia berharap dukungan bersama dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga, termasuk perbaikan infrastruktur dan kembali bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.***









